Andi Ahmad S
Selasa, 13 Januari 2026 | 14:08 WIB
Ilustrasi - Kabel semrawut. (ANTARA/Muhammad Iqbal/dok)
Baca 10 detik
  • Pemkab Karawang akan menata kabel udara yang semrawut karena mengganggu estetika kota dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama kabel yang menjuntai rendah serta tiang yang miring rawan tumbang.

  • Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menekankan pentingnya percepatan penanganan kabel utilitas guna mencegah kondisi yang semakin parah dan menghindari potensi kecelakaan bagi masyarakat maupun para pengendara di ruang publik.

  • Sebagai langkah awal, Pemkab Karawang melakukan studi tiru ke Kota Bogor untuk mempelajari keberhasilan metode penataan kabel bawah tanah dan pemutusan kabel udara secara efektif serta efisien.

SuaraJabar.id - Pemandangan kabel hitam yang melintang tak beraturan layaknya benang kusut di langit-langit kota seringkali merusak pemandangan estetik sebuah wilayah.

Tak hanya bikin sakit mata, kondisi ini juga menyimpan bahaya laten bagi pengendara motor maupun pejalan kaki. Menyadari hal ini, Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akhirnya mengambil langkah tegas.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, secara resmi mengumumkan rencana besar untuk menata ulang jaringan kabel utilitas udara di sepanjang jalan wilayah Karawang.

Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan mengenai kesemrawutan kabel fiber optik, listrik, hingga telepon yang semakin hari semakin tak terkendali.

Langkah ini tentu menjadi angin segar. Bupati Aep menyampaikan bahwa saat ini jaringan kabel listrik, telekomunikasi atau fiber optik yang dipasang di atas tiang di ruang publik kondisinya memang sudah sangat memprihatinkan.

Masalahnya bukan sekadar estetika. Di lapangan, kondisi kabel-kabel ini seringkali mengancam nyawa. Kabel utilitas udara di Karawang ada yang sampai menjuntai hingga ke tanah, bahkan banyak sisa kabel yang digulung asal-asalan di tiang.

Lebih parah lagi, banyak ditemukan tiang jaringan kabel kondisinya miring dan rawan tumbang menimpa warga.

"Penataan harus segera dilakukan mulai dari sekarang. Jangan sampai terlambat penanganannya, bisa semakin semrawut," kata Bupati Aep.

Tidak ingin trial and error, Pemkab Karawang memilih jalan cerdas dengan melakukan studi tiru. Bupati Aep bersama jajarannya melirik tetangga dekat, yakni Pemerintah Kota Bogor, yang dinilai sukses menyulap wajah kotanya menjadi lebih rapi.

Baca Juga: Mengenal Simpadampro: Aplikasi Futuristik Damkar Bogor yang Bisa 'Ramal' Kebakaran

Bupati menyebutkan untuk sementara ini Pemerintah Kota Bogor cukup berhasil melakukan penataan kabel utilitas udara. Rekam jejak Bogor memang patut diacungi jempol.

Kota Hujan tersebut berhasil menata jaringan kabel utilitas udara sepanjang sekitar 17.280 meter. Keberhasilan ini dinilai memiliki efektivitas anggaran yang tinggi dan proses penertiban yang cepat, sebuah model yang sangat ingin diadopsi oleh Karawang.

Berkaca dari Bogor, ada dua metode utama yang kemungkinan besar akan diaplikasikan di Karawang untuk menghilangkan hutan kabel tersebut:

  • Teknik Boring (Kabel Bawah Tanah): Memindahkan kabel udara ke dalam tanah tanpa harus menggali parit terbuka yang bikin macet. Di Bogor, realisasi pekerjaan boring kabel bawah tanah telah mencapai sekitar 5.664 meter.
  • Cut Off & Dismantle: Pemutusan dan pembongkaran kabel-kabel tua yang sudah tidak berfungsi atau ilegal. Bogor mencatat pemutusan dan pembongkaran kabel udara telah mencapai sekitar 2.650 meter

Load More