SuaraJabar.id - Gerombolan bermotor kembali membuat ulah di Kabupaten Sukabumi. Kali ini, mereka menganiaya dan membacok dua pemuda yang tengah nongkrong di sekitar rumah mereka.
Dua pemuda yang menjadi korban keberingasan geng motor itu adalah DN (16) dan MG (17). Saat kejadian pada Minggu (7/2/2021) dini hari lalu, keduanya tengah nongkrong bersama kawan-kawan mereka lainnya di Kampung Sampora RT 01/06 Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar.
Kemudian pada pukul 01.00 WIB, datang gerombolan bermotor datang Gerombolan Bermotor membawa senjata tajam menyerang dengan membabi buta.
"Itu tiba-tiba datang gerombolan bermotor sekitar 30 orang langsung mengeroyok adik saya dengan menggunakan senjata tajam jenis pedang," jelas kakak DN, Heri (38) dilansir Sukabumiupdate.com-jejaring Suara.com, Selasa (9/2/2021).
Baca Juga: Monitor Mitigasi Bencana Pergerakan Tanah Sukabumi, Legislator Temukan Ini
Akibatnya, lanjut Heri, adiknya dan GS mengalami luka-luka serius.
"Adik saya kena luka bacok di kepala, jari telunjuk sebelah kanan putus, luka sobek di bahu tangan kanan serta luka lecet di punggung. MG luka lecet pada bagian tangan kanan, luka bacokan bahu sebelah kanan dan luka lecet bahu sebelah kiri," jelasnya.
Heri menyebut, adiknya yang mengalami luka-luka langsung dibawa ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk mendapat perawatan intensif.
Sementara MG dibawa ke Kilinik GMC 24 Cibodas, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar.
"Saya langsung lapor ke Polsek Cikembar," terangnya.
Baca Juga: Dikejar Maung Galunggung, Geng Motor Pura-pura Jadi Pasien Rumah Sakit
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila mengaku sudah mendapat laporan ihwal peristiwa pengeroyokan tersebut. Rizka mengaku sudah mengantongi ciri-ciri pelaku pengeroyokan hingga pembacokan tersebut.
"Saat ini kita sedang melakukan pencarian terduga pelaku secara semaksimal mungkin. Pada saat kejadian itu juga minim saksi yang melihat. Namun identitas pelaku sudah kita kantongi. Dari situ kita nanti akan persempit lagi mengenai siapa yang melakukan perbuatan itu. Mereka merupakan salah satu geng motor tapi itu belum bisa kita sebutkan. Kita sudah mengantongi dari kelompok mana," tandas Rizka.
Berita Terkait
-
Nyalakan Sirine Darurat, Sopir Ambulans Bukan Bawa Pasien Tapi Warga yang Ingin Wisata ke Sukabumi
-
7 Makanan Lebaran Khas Sukabumi yang Bikin Kangen saat Lebaran Tiba
-
Ramadan Penuh Berkah, Cleanermasjid & Driver ShopeeFood Kompak Bantu Masjid
-
Tanah Bergerak Guncang Bandung, 20 Rumah Rusak
-
Bencana Mengerikan di Sukabumi, BNPB: 5 Orang Tewas, Ratusan Rumah Rata dengan Tanah
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar