SuaraJabar.id - Buruh migran Indonesia asal Indramayu bernama Casmi (56) telah bekerja di Arab Saudi sejak 2009 lalu. Sejak saat itu hingga kini, ia dilaporkan tak bisa pulang ke tanah air karena ditahan oleh majikan setiap kali ingin pulang ke Tanah Air.
Adik kandung Casmi, Tarinih (46) mengatakan bahwa kakaknya tersebut bahkan telah hilang kontak dengan keluarga sejak dua tahun lalu.
Casmi sendiri merupakan warga Blok Sukajaya Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Menurut Tarinih, pihak majikan selalu menahan jika Casmi akan pulang ke Indonesia.
Awalnya kata dia, sang kakak direkrut oleh sponsor bernama Sadi pada 2009 lalu. Kemudian setelah satu bulan lamanya mengikuti proses sebagai calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), Casmi diberangkatkan ke Arab Saudi oleh PT. Tritama Mega Abadi pada September 2009.
Tiba di Arab Saudi, lanjut Tarinih, Casmi tidak langsung memberikan kabar kepada keluarga. Namun, setelah dua bulan bekerja, sang kakak baru bisa mengabarkan ke keluarganya.
Diketahui Casmi bekerja pada majikan laki-laki bernama Halid Al Samari serta majikan perempuannya bernama Siza yang tinggal di daerah Hail Baqaa, Arab Saudi.
"Di tahun pertama kakak saya bekerja awalnya baik-baik saja tidak ada permasalahan, komunikasi pun berjalan dengan baik bahkan sempat kirim uang ke orang tua," jelasnya, Selasa (23/2/2021).
Memasuki tahun kedua, Casmi dipindah kerjakan pada majikan kedua bernama Hamud serta istrinya bernama Faridah yang masih saudara dari majikan pertama. Tarinih mengakui saat bekerja di majikannya yang kedua inilah Casmi menunjukkan tanda-tanda kurang baik, seperti jarang komunikasi.
"Mulai jarang telepon. Satu tahun hanya bisa cuma 2 kali, terakhir telepon sekitar akhir tahun 2018 hingga sampai saat ini putus kontak," paparnya.
Baca Juga: Kemenag Bantah Arab Saudi Tolak Jamaah Indonesia Karena Utang Akomodasi
Pihak keluarga pun berupaya meminta pertolongan agar Casmi bisa pulang, seperti mengadukan ke Pemerintah Desa, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, serta Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Bandung. Namun sudah hampir 2 tahun belum juga ada tindak lanjutnya.
Dan kali ini, pihak keluarga menyampaikan aduan ke Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Indramayu, supaya bisa membantu menemukan dan memulangkan Casmi ke kampung halamannya di Indramayu.
"Keluarga berharap upaya kali ini ada titik terangnya dan semoga saja beliau bisa ditemukan dan dipulangkan oleh Pemerintah Indonesia," harapnya.
Sementara menurut Tim Advokasi SBMI Indramayu, Dasiwan, pihaknya akan terlebih dahulu mempelajari aduan dari pihak keluarga Casmi. Setelah itu, ditindaklajuti dengan membuat surat ke Direktorat PWNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
"SBMI akan mempelajari terlebih dahulu aduan dari pihak keluarga," tuturnya.
Berita Terkait
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat
-
Arab Saudi Bombardir Basis Houthi di Yaman, Konflik Timur Tengah Kian Meluas
-
Pangeran Arab Saudi Ditemukan Meninggal Dunia di London, Darahnya Mengandung Miras dan Narkoba
-
Indonesia Geram Tanker Arab Saudi Dirudal di Laut Merah: Itu Pelanggaran Hukum Internasional
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Dipicu Semak Kering dan Angin, Lahan Perbukitan Desa Pasirbaru Cisolok Hangus Terbakar
-
Sikapi Polemik Sayembara Begal Dedi Mulyadi, Menko Yusril Minta Polda Jabar Gencarkan Patroli
-
Bukan Pakai APBD, KDM Pastikan Uang Sayembara Begal Rp10 Juta Murni dari Kocek Pribadi
-
Undang Wapres Hingga Dedi Mulyadi, Festival Merah Putih Kota Bogor Siap Digelar 9 Agustus
-
Mencekam! Buaya Situ Habibi Sukabumi Terekam Menerkam Anak Sapi di Depan Wisatawan