- Kejari Sumedang memeriksa belasan saksi di kantor Kesbangpol selama tujuh jam terkait korupsi anggaran 2024–2025.
- Penyidik mengamankan ratusan berkas dokumen sebagai alat bukti masif dalam proses penyidikan dugaan korupsi tersebut.
- Hingga Selasa (24/2/2026), Kejari Sumedang belum mengumumkan detail kasus, kerugian negara, atau menetapkan tersangka.
SuaraJabar.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menunjukkan keseriusannya dalam memberantas dugaan tindak pidana korupsi.
Tim penyidik Kejari Sumedang secara intensif memeriksa belasan saksi di kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) setempat selama tujuh jam.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga sore sekitar 15.15 WIB ini terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang masih dirahasiakan detailnya.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Sumedang, Fawzal Mahfudz Ramadhani mengatakan bahwa penyidikan tersebut dilakukan dalam kasus penyalahgunaan anggaran umum tahun 2024–2025.
“Kejaksaan Negeri Sumedang melalui tim penyidik telah melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi. Soal kasus apa, belum bisa diumumkan, jadi memang umum penggunaan anggaran tahun 2024–2025,” ujarnya, dilansir dari Antara, Selasa (24/2/2026).
Dalam proses penyidikan kasus korupsi, tim Kejari Sumedang telah mengumpulkan alat bukti secara masif.
Fawzal Mahfudz Ramadhani menyampaikan bahwa tim telah membawa sekitar ratusan berkas dari pihak Kesbangpol maupun pihak-pihak terkait lainnya.
“Penggeledahan hari ini intinya bertujuan untuk mengumpulkan bukti-bukti, yang di antaranya yang kami amankan sekitar ratusan paket berkas di sini adalah dokumen-dokumen terkait perkara ini,” katanya.
Namun, pihaknya menyebut belum dapat menyampaikan kepada publik terkait nilai kerugian negara dan tersangka karena masih dalam proses pendalaman.
Baca Juga: Korupsi Lahan di Subang, Lima Pejabat Desa Cibogo Jadi Tersangka
“Sampai saat ini untuk tersangka belum ditetapkan, kami masih mendalami,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Fawzal Mahfudz Ramadhani juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda murni bagian dari proses penegakan hukum, khususnya di wilayah Kabupaten Sumedang.
“Kegiatan hari ini merupakan murni proses penegakan hukum dan penggeledahan ini juga salah satu hal yang wajar dalam penegakan hukum ini, jadi tidak ada konteks apa pun selain itu,” tukasnya.
Berita Terkait
-
Korupsi Lahan di Subang, Lima Pejabat Desa Cibogo Jadi Tersangka
-
Korupsi BPR Garut Rugikan Negara Rp5 Miliar, Tiga Pimpinan Bank Jadi Tersangka
-
Fenomena Negara Suap Negara, KPK Bongkar Kongkalikong PN Depok dan Anak Usaha Kemenkeu
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
Haram Pertahankan Koruptor! Puluhan Kiai Muda NU Desak PBNU Pecat Gus Yaqut dan Kader Tersangka KPK
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung
-
Laga Panas 2 Kartu Merah, Persib Bandung Tundukkan Cong Viettel 1-0
-
Pemprov Jabar Siapkan Pusat Komando Darurat di Cirebon dan Purwakarta, Ada Apa?
-
Braakk! Kecelakaan Elf dan Honda BR-V di Puncak Bogor, Satu Orang Meninggal Dunia
-
7 Laptop Intel Core Terbaik untuk Performa Kerja Maksimal