SuaraJabar.id - Jelita, tentu saja bukan nama sebenarnya, warga Kota Cimahi ini harus rela menyandang status janda meski usianya masih terbilang muda.
Warga Kecamatan Cimahi Utara ini baru berusia 21 tahun. Ia bercerai dengan mantan suaminya Joni (nama samaran) akibat tak kuat dengan ulah Joni yang ia sebut kerap mabuk minuman beralkohol dan menjalin kasih dengan perempuan lain.
Ia mengatakan, usia pernikahannya dengan Joni hanya bertahan kurang lebih dua tahun. Ia menikah dengan Joni ketika masih berusia 19 tahun.
Sejak awal, Jelita ragu untuk menerima pinangan Joni. Ditambah lagi keluarganya belum sepenuhnya merestui.
Perasaannya semakin berat untuk menikah lantaran Joni belum memiliki pekerjaan yang jelas. Kemudian Jelita juga masih ingin menikmati pekerjaannya di salah satu pabrik di Kota Cimahi.
Hingga akhirnya keduanya mengakhiri masa pacaran selama hampir tiga tahun dengan pernikahan pada 7 April 2019. Saat itu usia Jelita masing sangat belia, yakni 19 tahun. Sementara Joni 25 tahun.
"Padahal memang aku target nikah usia 23 tahun, tapi terpaksa nerima pinangan," ujar Jelita saat ditemui di Pengadilan Agama Kota Cimahi, belum lama ini.
Berharap pernikahannya sakinah, mawadah marohmah, namun yang terjadi bukan terang kebahagiaan. Malah bahtera rumah tangganya mulai nampak suram sepekan setelah menikah.
Joni mulai mengunci ponselnya. Lagaknya seperti pria lajang, sukanya chat dengan perempuan lain. Bahkan, Jelita kerap dibohongi bahkan tidak diberikan nafkah yang layak.
Baca Juga: Kadung Sakit Hati Diselingkuhi Ayus Sabyan, Istri Ogah Rujuk?
"Aku contohin, seminggu dulu dia misal dapat Rp 700 ribu, yang dikasih ke aku cuma Rp 100 ribu," ujar Jelita yang kini berusia 23 tahun.
Jelita semakin berang ketika tau suaminya ternyata memiliki kebiasaan buruk lainnya. Seperti minum alkohol yang memabukan. Hal yang sangat tidak disukainya. Ada hal buruk lainnya yang tak bisa diungkap Jelita soal kelakukan Joni.
Jelita semakin merasa tidak dihargai ketika mertuanya malah selalu membela Joni. Padahal prilakunya sama sekali tidak mencerminkan sebagai seorang imam dalam rumah tangga.
Konlfik pun selalu menjadi makanan sehari-hari rumah tangga Jelita dan Joni. Seolah tidak pernah reda, malah semakin terlihat suram. Joni tak pernah berubah, selalu saja berbuat seenaknya.
"Iya kayanya berantem terus. Anehnya mertua malah ngebelain terus," tutur perempuan berkerudung itu.
Jelita akhirnya tak tahan lagi. Ia memutuskan pisah ranjang, lalu pulang ke rumah orang tuanya. Bukannya memperbaiki hubungan, Joni malah memanfaatkannya dengan asyik main perempuan lain.
Berita Terkait
-
Cerai Berujung Bayar Rp28 Triliun, Bos Game Korea Serahkan 35 Persen Saham ke Mantan Istri
-
Siapa Raisya Bawazier? Ini Alasan Kenapa Rumah Tangganya Jadi Perbincangan
-
Audi Marissa Gugat Cerai Anthony Xie, Sidang Perdana Digelar 3 September
-
Janda Korban Turbulensi Singapore Airlines SQ321 Gugat Maskapai ke Pengadilan Inggris
-
Janda Korban Turbulensi Singapore Airlines SQ321 Gugat Maskapai ke Pengadilan Inggris
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar
-
Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu
-
Bermodus COD, Polisi Sita 1.241 Butir Obat Keras Ilegal di Bekasi
-
BMKG Rilis Imbauan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia, Berlaku 14-17 September
-
Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September