SuaraJabar.id - Sejumlah warga Kota Tasikmalaya mengaku mengalami pusing berat usai disuntik vaksin Covid-19 ke-2 di Bale Kota Tasikmalaya, Senin (22/3/2021).
Vaksinasi ini diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya dan awak media. Vaksinasi ke 2 dimulai sekira pukul 09.00 WIB di dua ruang terpisah, yakni Aula Bale Kota dan ruang rapat wali kota.
Tidak ada yang berbeda pada pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini, tapi sejumlah orang mengaku merasakan pusing yang berbeda dengan vaksinasi pertama.
"Pusingnya agak kuat dibanding vaksinasi yang pertama," ujar peserta vaksinasi Covid-19, Fajar, Senin (22/3/2021).
Menurutnya, pada vaksinasi Covid-19 pertama 2 pekan lalu rasa pusing ringan di bagian kepala belakang. Namun, pada vaksinasi Covid-19 ke 2 ini pusing di bagian kepala depan.
"Ada pegal dan lapar juga," ucapnya.
Hal serupa diungkap Rezza. Ia mengaku pusing, ngantuk, dan lapar usai menjalani vaksinasi Covid-19 ke 2.
"Agak berat pusingnya," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Asep Hendra Hendriana mengatakan, gejala yang dirasakan seperti pusing dan pegal merupakan gejala yang wajar.
Baca Juga: Kadis Kesehatan Lampung Siap Percepat Vaksinasi Covid-19
Dalam vaksinasi Covid-19 ke 2 ini tidak ada yang berbeda. Dosis vaksin dan petugas vaksinasi juga sama dengan yang pertama 2 pekan lalu.
"Memang gejala yang dirasakan berbeda tergantung dari respon tubuh si penerima vaksin. Bisa karena belum sarapan, kurang tidur, atau sebelumnya minum kopi," ujar Asep.
Ia menjelaskan, hal itu tidak akan berlangsung lama. Dengan istirahat dan minum air bening yang cukup akan kembali normal.
"Tidak perlu khawatir karena vaksin ini aman sudah melalui pemeriksan BPOM," ucapnya.
Berita Terkait
-
4 Fakta Desa Naga: Sajikan Keindahan yang Terbalut dengan Cerita Legenda yang Menarik
-
Drama Penyekapan di Tasikmalaya: Gadis 15 Tahun Disekap 4 Pria, Dipaksa Tenggak Miras
-
Persib Bandung Buka Store di Tasikmalaya, Bobotoh Antusias
-
Bejat! Pemuda Mabuk di Tasikmalaya Tega Cabuli Nenek 85 Tahun yang Tinggal Sendiri
-
Modus Dipijat, Kasus Kakek Cabuli Pria Sebaya di Tasik Bikin Gempar: Digerebek Lagi Kondisi Begini!
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Sumedang Bukan Cuma Tahu! Ini 3 Hidden Gem Wisata Alam Estetik yang Wajib Kamu Kunjungi
-
Ketua DPRD Bogor Desak Polisi 'Sikat Habis' Tambang Emas Ilegal di Pongkor dan Cigudeg
-
Dilema Perut vs Aturan di Pongkor: ESDM Akui Marak Tambang Emas Ilegal di Bogor
-
Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Halaman 17 Kurikulum Merdeka: Panduan Lengkap Identifikasi SDA
-
Baru Kumpul Tahun Baru, Keluarga Pramugari Esther Aprilita di Bogor Masih Berharap Mukjizat