SuaraJabar.id - Hindari razia Satpol PP, pekerja seks komersial (PSK) di Kota Tasikmalaya mulai meninggalkan jalanan sebagai tempat menawarkan jasa kencan singkat. Kini banyak dari mereka menjajakan diri di aplikasi kencan MiChat.
Tasikmalaya sendiri dikenal dengan julukan "Kota Santri". Banyak penduduknya yang alergi dengan keberadaan PSK yang mangkal di pinggir jalan.
Beberapa waktu lalu, warga Kota Tasikmalaya diramaikan dengan adanya PSK di Jalan Mayor Utarya yang jaraknya tidak begitu jauh dari Masjid Agung Kota Tasikmalaya.
Razia pun gencar dilakukan aparat penegak hukum untuk merespon keluhan warga tersebut.
Hilang dari jalanan, bukan berarti masalah prostitusi di Kota Santri selesai. Banyak PSK yang dulu mangkal di pinggir jalan, seperti di Jalan Mayor Utarya, pindah ke aplikasi MiChat.90-
Dari pantauan Ayotasik.com-jejaring Suara.com, sejumlah perempuan di Tasikmalaya kini menawarkan diri secara terang-terangan kepada pria hidung belang di fitur nearbi MiChat. Dengan menuliskan status “Open BO”, sejumlah wanita itu bahkan memasang foto dengan cukup seksi.
Benar saja, saat mencoba komunikasi dengan salah satu perempuan yang ada di aplikasi tersebut dan tanpa basa basi, sang perempuan langsung memasang tarif untuk jasanya sebesar Rp 500 ribu.
Besaran biaya itu, sudah termasuk biaya hotel yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya.
“Itu untuk short time, Om. Kalau long time beda lagi harga,” kata perempuan yang biasa dipanggil Ica (30) tersebut, Kamis (25/3/2021).
Baca Juga: Ambulans Mogok Terjebak Banjir di Sukaresik, Vaksin COVID-19 Ditenteng
Selain hotel, para perempuan yang menawarkan jasa kenikmatan itu pun memanfaatkan indekos di wilayah Singaparna dan Kota Tasikmalaya. Hal itu dinilai lebih aman karena kecil kemungkinan adanya penggerebegan atau razia oleh Satpol PP.
“Kalau aku biasa di kos, Om. Sok kalau Om serius, ke sini aja,” tambah Ica.
Sementara itu, Ketua KNPI Kecamatan Singaparna Zamzam J. Maarif menuturkan, menjamurnya prostitusi melalui aplikasi chatting ini dampak dari banyaknya tempat-tempat mangkal para penjaja kenikmatan dirazia petugas Satpol PP.
“Karena mungkin dinilai lebih aman dan nyaman, daripada mangkal di satu tempat terlalu riskan terkena razia. Ini juga harus menjadi perhatian pemerintah, menutup aplikasi chatting yang suka dipakai untuk hal negatif, “ ujar Zamzam.
Berita Terkait
-
Belajar di Kelas Rusak, Puluhan Siswa SD di Tasikmalaya Bertahan dalam Keterbatasan
-
Paus Leo ke Masjid Agung Aljazair: Assalamualaikum
-
Polda Banten Bongkar TPPO Modus Open BO via Aplikasi, Dua Pelaku Ditangkap
-
Salat Jenazah Try Sutrisno Digelar di Masjid Agung Sunda Kelapa, Bahlil dan Prasetyo Hadi Hadir
-
Try Sutrisno Dimakamkan di TMP Kalibata Usai Zuhur, Salat Jenazah di Masjid Agung Sunda Kelapa
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Jalur Wisata Berbasis Sungai di Gunung Gede Pangrango Ditutup Mulai 3 Mei, Ini Alasannya
-
Lubang Septic Tank Terbuka Renggut Nyawa Balita di Sukabumi
-
Diiringi Kereta Kencana, Mahkota Binokasih Akan Diarak Keliling 8 Kota di Jawa Barat
-
Proyek Raksasa 1.040 MW Dihentikan Sementara, Simak Dampak Longsor di PLTA Upper Cisokan
-
Polda Jabar Tangkap Pelaku Perusakan Fasilitas Umum Saat May Day di Bandung