SuaraJabar.id - Setelah insiden kecelakaan truk tabrak gedung madrasah Yayasan Nurul Barokah di Kampung Harendong Desa Sindanggalih Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut pada Jumat (3/4/2021) sore, tiga orang dinyatakan tewas dalam insiden tersebut.
Untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Garut dan dinas perhubungan setempat melakukan penyelidikan terkait kecelakaan fatal itu.
Kepala satuan Lalu Lintas Polantas Garut AKP Karyaman mengemukakan, kecelakaan truk pengangkut batu bata menabrak bangunan Yayasan Nurul Barokah, Kampung Harendong pada Jumat (2/4/2021) sekitar pukul 16.00 WIB. Akibatnya, seorang sopir dan dua anak-anak meninggal dunia, kemudian tujuh orang mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
"Pagi sisa tujuh (orang), ada empat sudah pulang, tiga masih dirawat di RSUD, kondisi tiga terakhir belum kami cek karena masih fokus di TKP," katanya seperti dilansir Antara pada Sabtu (4/4/2021).
Peristiwa itu bermula ketika truk Mitsubishi nomor polisi Z8229DW dikemudikan Suhanda (50), diduga mengalami kendala gagalnya pengereman saat melewati jalan lurus dan menurun.
Truk yang melaju di jalan turunan tersebut, akhirnya menabrak bangunan yang di dalamnya terdapat banyak anak-anak. Korban yang selamat maupun meninggal dunia dibawa ke rumah sakit.
Sementara itu, pihak kepolisian sudah melakukan pengecekan ulang lokasi kejadian kecelakaam maut di Garut tersebut pada Sabtu pagi.
"Kami sudah cek ulang di TKP (tempat kejadian perkara). Kami periksa rem dan lainnya," katanya.
Dia mengemukakan, kepolisian bersama tim ahli dari Dishub Kabupaten Garut akan menyelidiki lebih lanjut untuk mengetahui kondisi kelayakan truk angkutan barang tersebut. Terkait hasilnya, tim dari Dishub akan menyampaikan langsung berdasarkan hasil fakta dan kondisi kendaraan di lapangan.
Baca Juga: Kisah Kecelakaan Kereta Taiwan: Selamat tapi Kehilangan Suami dan Anak
"Untuk hasilnya mohon waktu, nanti dari tim ahli Dinas Perhubungan. Nanti kalau sudah ada hasilnya kami akan sampaikan," katanya pula.
Namun berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di lapangan, kata Karyaman, kondisi jalan merupakan turunan, meskipun remnya berfungsi tapi kalau tidak bisa mengendalikan tetap bisa terjadi kecelakaan.
"Secara kasat mata jalan itu memang menurun, kalau direm tapi tak bisa mengendalikan kendaraan tetap akan celaka," katanya lagi.
Terkait daerah jalan perkampungan itu sering terjadi kecelakaan, kata Karyaman lagi, berdasarkan informasi di lapangan baru kali ini terjadi yaitu kecelakaan truk menabrak bangunan madrasah.
"Kalau dari informasi baru sekali kejadian di sana," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Tega Lakukan Kekerasan Seksual, Anak Tiri di Cirebon Laporkan Ayah Sambung ke Polisi
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
Tanpa Bojan Hodak dan Dua Pilar Asing, Bos Umuh Tuntut Persib Tetap Bermental Juara
-
Terungkap! Pembunuhan Pelajar di Bantaran Citarum: Pisau Dapur Sudah Disiapkan Pelaku