SuaraJabar.id - Haji Cecep Ruhimat atau dikenal sebagai pengusaha sukses dan politisi handal di Kabupaten Tasikmalaya.
Ia sukses menjabat anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya selama dua periode. Kini ia pun dipercaya sebagai Ketua Fraksi Partai Gerinda di DPRD Kabupaten Tasikmalaya.
Di balik capaiannya yang mentereng saat ini, siapa sangka jika HCR pernah menggantungkan hidup dari pekerjaan menjaga WC umum.
Pada 1985, usai lulus SMA, pria yang akrab disapa HCR itu memutuskan untuk merantau ke Jakarta. Ia kemudian bekerja sebagai penunggu WC umum selama hampir 5 tahun.
Pengalamannya itu dijadikan modal awal untuk membangun WC umum sendiri. Pasar induk dan terminal menjadi target yang dibidik untuk manawarkan jasa WC umum miliknya.
Dari ketekunan dan kepintarannya melihat peluang, usaha ini terus berkembang hingga mencapai 100 titik dengan pekerja lebih dari 200 orang.
Kini tak sedikit yang mengenal ia sebagai Juragan WC Umum.
Predikat yang disematkan warga tak salah. Cecep mampu mengubah WC umum yang memiliki citra negatif, seperti kotor dan bau, membuat banyak orang enggan berurusan menjadi pundi-pundi Rupiah.
Tak peduli dengan stigma WC umum, Cecep melihat potensi yang ada di dalamnya bisa mendatangkan kekayaan baginya.
Baca Juga: Bukan Mimpi, Candra Dibacok Orang saat Sedang Tertidur Pulas di Rumahnya
Cecep merupakan salah satu dari banyaknya warga Desa Kiara Jangkung, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, yang sukses dari bisnis WC umum. Tidak tanggung-tanggung, penghasilan yang dia dapatkan mencapai belasan juta rupiah per bulan.
Dari usahanya sebagai juragan WC umum lah, Cecep berhasil menduduki kursi anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya sejak 2015 hingga saat ini.
“Awalnya bekerja di orang, tapi melihat potensi bisnis toilet ini besar saya berani membuka sendiri. Sistemnya ada yang kontrak ada juga penunjukan dari pemilik tempat misalkan pasar atau terminal, “ ujar Cecep, belum lama ini.
Dalam menjalankan usaha ini, kata Cecep, modal yang paling utama yakni kepercayaan dan pelayanan. Tidak heran, selama hampir 40 tahun bergelut dalam bisnis WC umum, nama Cecep sudah tersohor.
Karena semakin ramainya bisnis WC umum, WC yang dikelolanya kini tinggal berada di 30 titik, salah satunya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Dari usahanya itu, Cecep bisa mempekerjakan sebagian besar masyarakat yang ada di kampungnya.
"Bisnis toilet itu modalnya kepercayaan dan pelayanan. Sekarang mah saya di sini saja, tidak fokus ngurus karena sudah capek sama ada kegiatan lain," ucap dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun
-
Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya
-
Gara-Gara Utang Rp30 Ribu, Dua Pria di Sukabumi Duel Pakai Golok, Satu Luka Berat
-
Pemkab Garut Tetapkan Status Tanggap Darurat Kebakaran TPA Pasirbajing
-
BRILink Agen Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas Masuk Kategori Jawara dan Juragan