SuaraJabar.id - Para pelaku pencurian dengan modus ganjal kartu ATM di Tasikmalaya menghabiskan uang hasil aksi kejahatan mereka dengan belanja sejumlah barang di Kota Bandung.
Hal ini terungkap usai polisi berhasil menangkap tiga dari empat orang komplotan pengganjal ATM yang sempat beraksi di di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Tasikmalaya pada 23 Januari 2021 lalu.
“Tiga pelaku yang kita tangkap ini berinisial NA, AH dan V,” ujar Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Doni Hermawan kepada wartawan, Kamis (15/4/2021).
Sebelumnya kepolisian mendapat laporan seorang pengusaha bernama Risdianto kehilangan uang sebanyak Rp 467.815.200.
Doni memaparkan, korban kehilangan uang setelah saldo di rekeningnya tiba-tiba berkurang.
Setelah menyuruh karyawan menarik tunai dan cek saldo gerai yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan.
“Kita langsung menjalankan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi,” katanya.
Ternyata, lanjut dia, saat karyawan memasukan kartu ATM ke mesin seperti terganjal.
Lalu salah seorang pelaku pura-pura menawarkan bantuan di belakang antrian.
Tanpa disadari pelaku menukar kartu plus mendapatkan kartu asli beserta PIN kartu.
Baca Juga: Geger Bayi Digondol Anjing, Polisi Amankan Perempuan Muda
“Karyawan yang saksi kunci ini lalu tidak menyadari, dan melapor ATM-nya macet,” katanya.
Berhasil menggondol PIN dan kartu ATM, lanjut Doni, pelaku bersama rekan-rekan lainnya langsung tancap gas ke Bandung.
Kemudian para pelaku membelanjakan uang dari ATM tersebut. Mulai dari kalung emas, cincin emas, televisi, dan lain sebagainya.
“Barang-barang itu dibeli pelaku menggunakan kartu milik korban,” jelasnya.
Selain itu, beberapa barang bukti ari seperti 89 kartu ATM berbagai bank, 1 kartu ATM palsu milik pelaku, 1 kotak tusuk gigi, pisau cutter, spidol, dan mobil Daihatsu Sigra.
“Komplotan ini kerap beraksi di sejumlah lokasi lainnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ujar Doni.
Berita Terkait
-
Bojan Hodak Beberkan Kondisi Persib Bandung Usai Kalahkan Bali United
-
Bobotoh Jangan Sampai Salah, Super Big Match Persib vs Arema FC Dipercepat
-
Curhat Soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, Pelatih Bali United Menyesal
-
Dikritik Bobotoh, Uilliam Barros Dapat Pembelaan dari Bojan Hodak
-
Persib Bandung di Puncak, Federico Barba Tekankan Pentingnya Jaga Momentum
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
Aset Perusahaan Laku Terjual, Tapi Pesangon Eks Karyawan PT TML Sukabumi Tak Kunjung Cair
-
Garis Kuning Terpasang! Praktik Tambang Emas Ilegal di Cibitung Akhirnya Disikat
-
Usut Suap Lahan Tapos, KPK Cecar Pejabat MA Soal 'Jual Beli' Mutasi Hakim PN Depok
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi