SuaraJabar.id - Matahari bersinar terik menembus dinding Gua Pawon di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Rabu (19/5/2021) siang.
Siang itu Situs Gua Pawon didatangi puluhan orang. Ada acara sakral di gua bagian Kars Citatah itu, yakni prosesi atau ritual Puhun Pusaka Karatuan untuk memohon restu kepada para leluhur.
Sejumlah tentengan dibawa untuk melengkapi proses ritual. Seperti bunga, buah-buahan dari mulai pisang, apel, jeruk, salah hingga anggur. Kemudian kopi dan tentunya perkakas wanita sebagai bagian terpenting dari ritual tersebut.
Suasana sakral pun kemudian tercipta. Kuncen Gua Pawon, Elan Sumarna memimpin langsung upacara permintaan izin kepada para leluhur di gua itu. Sebab kono katanya ada 41 susunan Rama dan 25 susunan Ratu di Gua Pawon.
Dari deretan nama susunan Rama dan Ratu tersebut, diantaranya sering dipakai ziarah adalah Susuhunan Ratu Nyimas Ratu Sobrah Kancana, Nyimas Ratu Lereng Sintung, Nyimas Ratu Cucuk Konde, Nyimas Ratu Karembong Mayang.
Nama empat Susuhunan Ratu dari 25 keseluruhan yang ada di situ, merupakan identik dengan nama perkakas wanita. Kemudian dipakai senjata untuk bela diri pencak silat.
Keberadaan susunan Rama dan Ratu itu konon katanya kerap menjadikan Gua Pawon sengaja tempat ziarah hingga semedi para pendekar dan tempat prosesi ritual khusus para leluhur menyerahkan pusaka pada keturunannya.
Ritual pun diakhiri dengan doa dan penyerahan pusaka perkakas wanita secara resmi dari mulai selendang, tusuk konde dan sobrah kepada Sri Mukti Purnamasari KB, gadis asal Desa Jayagiri Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Gadis yang sudah menguasai jurus-jurus itupun kini sudah mendapatkan izin dari susunan Keratuan di Gua Pawon melalui Elan Sumarna sebagai pewaris pusaka perkakas wanita itu, yang dipadukan dengan juru yang sudah dikuasai Sri.
Baca Juga: Dear Mahasiswa ITB, Siap-Siap Ngampus Lagi Semester Ini
"Yang barusan itu peresmian gerak. Yang sudah dilaksanakan ada 4, sekarang sudah resmi mendapat izin dari yang punya, dari susunan ibu (keratuan)," ujar Elan Sumarna.
Suasana sakral seketika berubah menjadi tegang ketika Sri memeragakan jurus dan pusaka yang baru saja diwarisinya. Ia bertarung melawan tiga pendekar laki-laki di Gua Pawon.
Dengan jurus dan pusaka itu, pendekar perempuan asal Lembang itupun bisa menumbangkan ketiga pendekar. Pertanda ia layak untuk menerima warisan budaya tersebut.
"Iya perasaan saya tentunya senang, bahagia. Apalagi baru kali ini menggunakan 4 senjata," ujar Sri.
Dunia pencak silat bukan hal baru baginya. Sri sudah mengenalnya sejak duduk di bangku sekolah dasar, hingga akhirnya digembleng orang tuanya yang memang sudah lama berkecimpung di dunia persilatan.
Sesepuh Sunda, Nanu Munajar Dahlan alias Abah Nanu mengatakan, dari sekian keratuan, yang bisa diaktualisasikan pada saat ini dalam gerakan pencak silat, baru sobrah, cucuk konde dan Karembong.
Berita Terkait
-
Jelang Persib Bandung vs Bali United, Northern Fest 2026 Hadirkan Band Asal Inggris
-
Tinggalkan Persib di Akhir Musim? Bojan Hodak Buka Suara
-
Julio Cesar Absen Lawan Bali United, Bojan Hodak: Tidak Masalah
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Bangga Bawa Irak Lolos ke Piala Dunia, Frans Putros Langsung Fokus Hadapi Bali United
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Ramai Disorot, Proyek Gedung MUI Sukabumi Rp3 Miliar Disebut Lambat, Ini Penjelasan di Baliknya
-
Dibangunkan untuk Salat Subuh, Santri 15 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Pondok
-
Saat Berbagi Jadi Gaya Hidup: Donasi Buku Jadi Tren Positif Warga Urban
-
BRI Apresiasi Kerja Sama Global Pegadaian-SMBC untuk Perluas Pembiayaan dan Pemberdayaan
-
Sentuh Hati Masyarakat, Lapas Cibinong Hadirkan Bantuan Sosial di Momen Hari Bakti Pemasyarakatan