SuaraJabar.id - Polisi dan Badan Narkotika Nasional atau BNN menggeledah beberapa rumah di Kota Tasikmalaya karena dicurigai digunakan sebagai pabrik narkoba pada Sabtu (12/6/2021).
Lokasi penggerebekan pertama adalah di Perumahan Bumi Resik Indah Blok A 3 dan A5, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.Dua rumah itu diketahui merupakan milik Arif Budiman dan Bu Mega yang dikontrak oleh seseorang yang bernama Adit.
Tempat lainnya yang didatangi petugas adalah Perumahan Nirwana di Purbaratu masih di kota yang sama.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf mengaku sangat mengapresiasi kinerja kepolisian dan BNN yang berhasil mengungkap pabrik pembuatan obat terlarang di Kota Tasikmalaya.
Yusuf tidak menyangka jika di Kota Tasikmalaya kembali ada pabrik pembuatan obat terlarang, karena memang sebelumnya hal serupa juga terjadi di daerah Kawalu, Kota Tasikmalaya, di mana sebuah pabrik sumplit dijadikan pabrik pembuatan pil PCC.
“Kalau buat saya mah itu suatu kebanggaan aparat berwenang bisa mengungkap pabrik obat terlarang di Kota Tasikmalaya. Kita tidak menyangka di Kota Tasikmalaya yang dulu sudah pernah ada penggerebekan pabrik obat terlarang, sekarang muncul lagi dengan alasan pembuatan paracetamol dengan obat penenang,” ujar Yusuf, Minggu (13/6/2021).
Menurutnya, obat penenang boleh digunakan tetapi harus dengan resep dokter. Ia berpendapat penyalahgunaan psikotropika memang harus diberantas kalau memang itu penggunaannya tidak memenuhi standar kesehatan.
“Saya salut terhadap yang telah dilakukan oleh BNN dari Kota Tasikmalaya, BNN Jawa Barat, dan pihak kepolisian. Yang penting semua diberantaslah karena memang pemainnya tidak akan hilang kalau mereka sudah kecanduan. Ketika ada pemasok berarti ada pengguna, ada pengedar. Nah itu harus diberantas,” ucapnya.
Yusuf menilai, apa yang telah dilakukan aparat kepolisian dan BNN merupakan suatu prestasi yang baik. Ia berharap, prestasi tersebut menjadi pemicu meningkatnya status polresta menjadi polrestabes.
Baca Juga: Anji Diamankan Karena Narkoba, Ian Kasela Sedih
“Ini prestasi yang bagus. Mudah-mudahan ini menjadi pemicu juga akan merubah status kota menjadi kota metropolitan,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, 2 rumah kontrakan di Blok A nomor 3 dan A nomor 5 di Perumahan Bumi Resik Indah, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, yang digerebek petugas gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Ditresnarkoba Polda Jabar, BNN Kota Tasikmalaya, dan Satnarkoba Polres Tasikmalaya Kota, ternyata memproduksi 2 jenis obat yakni jenis YY dan LL yang merupakan obat terlarang.
Hal tersebut terungkap setelah pihak aparat gabungan tersebut melakukan uji klinis dan berdasarkan pada keterangan para tersangka yang telah diamankan.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan mengatakan, dalam penggerebekan tersebut pihaknyanya mengamankan 5 tersangka yang masing-masing berinisial YA, AS, ABP, IS, dan SU.
"Tersangka YA merupakan selaku pemilik dan operator dari barang bukti yang sudah kami sita dan 4 tersangka lainnya sebagai peracik termasuk sebagai kurir untuk mengirimkan obat-obat yang diduga merupakan obat keras," ujar Doni di lokasi penggerebekan, Sabtu, 12 Juni 2021.
Ia menuturkan, dalam penggerebekan tersebut pihaknya turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 700 ribu butir obat jenis YY dan LL, 5 karung laktosa, 5 karung Hicl, 5 karung glocel, mesin pencetak, cairan alkohol 70%, dan beberapa barang bukti lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan