SuaraJabar.id - Seorang warga Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi tewas usai rumahnya diseruduk mobil Elf, Selasa (29/6/2021).
Warga berinisial E ini meninggal dunia setelah diduga terjepit kendaraan dan mengalami kehabisan darah.
Insiden itu sendiri terjadi sekira pikul 09.45 WIB. Kejadian bermula saat sebuah mobil elf yang melaju dari arah Sagaranten menuju Terminal Jubleg menabrak rumah di wilayah Buniayu.
"Korban meninggal dunia atas nama E dan kami langsung ke lokasi untuk mengumpulkan data lainnya," kata anggota Kepolisian Sektor Nyalindung Ajun Inspektur Polisi Dua, Sudiro.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dan dari keterangan video yang beredar, korban merupakan perempuan yang telah berusia lanjut.
Saat insiden terjadi, ia disebut sedang berjemur tak jauh dari rumahnya. Dugaan sementara penyebab kecelakaan ini karena sopir mobil elf tidak bisa menguasai kendaraan akibat rem blong saat melewati jalan menurun.
"Kendaraan elf itu datang dari arah Sagaranten menuju arah Terminal Jubleg," kata Sudiro.
Selain korban meninggal, dalam video yang beredar terpantau satu laki-laki digotong warga karena mengalami luka-luka.
Baca Juga: PPNI Siap Ongkosi Warga yang Tak Percaya Corona ke Kamar COVID-19
Berita Terkait
-
Detik-Detik Rumah Warga Jepara Rusak Usai Dilintasi Sound Horeg Saat Takbiran
-
Kronologi Penggerebekan 16 WNA di Sukabumi: Sewa Hotel Setahun, Diduga Siapkan 50 Anggota Sindikat
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Isuzu dan Toyota Kolaborasi Kembangkan Truk Bertenaga Hidrogen Sasar Sektor Logistik
-
Isuzu Kantongi Pesanan 354 unit Kendaraan Niaga Selama GIICOMVEC 2026
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Farhan Tegaskan Penghuni Kos Bandung Tak Boleh Tertutup: Bukan KTP Sini Pun Wajib Terdata RW
-
Tertibkan 63 Bangunan Liar di Dipatiukur, Walikota Bandung: Sesuai Perda, Tak Ada Ganti Rugi
-
Buntut Kasus Penganiayaan di Bandung, Dedi Mulyadi: Seluruh Kontrakan Wajib Terdaftar Online
-
Bukan Hanya Disiksa, Korban YTR Diduga Dipaksa Bertato 'Yuvita Love Taufik' dan Wajah Pelaku
-
Penganiaya Wanita di Bandung Diciduk Polisi, Kapolda Jabar: Pelaku Negatif Narkoba