SuaraJabar.id - Sebanayak 11 kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Barat menyandang status zona merah atau risiko tinggi penyebaran COVID-19.
Ke-11 daerah itu adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Depok dan Kota Cimahi.
Khusus di wilayah Bandung Raya, empat kota dan kabupaten yang ada di lingkup itu yakni Kota Bandung dan Cimahi serta Kabupaten Bandung dan Bandung Barat masuk zona merah.
Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali terjerumus ke dalam zona merah atau kategori risiko tinggi penularan COVID-19. Apakah dikarenakan virus korona varian Delta?
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, drg. Pratiwi mengatakan, masuknya Kota Cimahi ke dalam zona merah lantaran jumlah kasusnya yang melonjak. Dalam sehari, kata dia, rata-rata ada 50-80 penambahan kasus baru.
"Memang udah (merah) dari kemarin. Kan lonjaknnya tinggi, udah gak bisa dibentung lagi. 50-80 per hari," terang Pratiwi saat dihubungi, Selasa (29/6/2021).
Hingga Selasa (29/6/2021), jumlah kasus COVID-19 di Kota Cimahi mencapai 7.879 orang. Rinciannya, kasus terkonfirmasi aktif ada 1.058 orang, sebanyak 6.662 orang sudah sembuh dan 159 orang meninggal dunia.
Dikatakan Pratiwi, lonjakan kasus COVID-19 di Kota Cimahi salah satunya karena tingkat penularan yang cenderung lebih cepat. Ia menduga hal tersebut dikarenakan virus korona varian Delta sudah menginfeksi di Kota Cimahi.
"Karena memang sudah gak bisa dihindari lagi. Iya (dugaan) ke arah sana (Delta) tapi belum bisa memastikan," katanya.
Baca Juga: Corona Masih Menggila, 55 RT di Jakarta Jadi Zona Merah
Terpisah, Juru bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Bandung Barat Agus Ganjar Hidayat membenarkan jika saat ini KBB kembali masuk ke zona merah.
"Betul (zona merah). Sekarang kita sedang lihat dulu data kasusnya seperti apa. Itu hasil evaluasi dari 21-27 Juni, KBB masuk zona merah lagi," ungkap Agus.
Secara keseluruhan, saat ini kasus COVID-19 di KBB berdasarkan laman pik.bandungbaratkab.go.id mencapai 10.460 kasus. Rinciannya 1.261 orang masih positif aktif, 9.064 orang dinyatakan sembuh, dan 135 orang meninggal dunia.
"Kami mencatat penambahan kasus positif sejak tanggal 1 sampai 28 Juni itu mencapai 2.889 kasus. Angka kesembuhannya mencapai 2.053 kasus atau 71,6 persen, serta yang meninggal 36 orang atau 1,25 persen," kata Agus.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan menduga varian baru virus korona, Delta (B.1617.2) sudah masuk Kabupaten Bandung Barat (KBB).
"Saya baru dapat info katanya sudah masuk Bandung Barat. Nanti kita cek update-nya," kata Hengky saat ditemui Padalarang, Bandung Barat, Selasa (29/6/2021).
Berita Terkait
-
Persib Susah Payah Bungkam Bali United, Frans Putros: Yang Penting Menang!
-
Kalahkan Bali United dengan 10 Pemain, Bojan Hodak Puji Kerja Keras Pasukannya
-
Kecewa Kalah dari Persib Bandung, Johnny Jansen: Bali United Seharusnya Menang
-
Dorong Sepakbola Putri, IndonesiaPrancis Gelar Coaching Clinic dan Workshop
-
Marc Klok Ingin Tuah GBLA Berlanjut Saat Persib Bandung Hadapi Bali United
Terpopuler
Pilihan
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
Terkini
-
Tabrakan Maut Dua Motor di Pantai Ujunggenteng Sukabumi, Agus Gunawan Tutup Usia
-
4 Poin Penting di Balik Skandal Dugaan Jual Beli Jabatan, yang Guncang 14 ASN di Kabupaten Bogor
-
Perkuat Transformasi Digital, BRI Kantongi Sertifikasi ISO/IEC 25000
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi