SuaraJabar.id - Chinatown Bandung sempat menjadi destinasi wisata favorit di Kota Bandung. Namun, Chinatown yang dibuka pertama kali pada 1 Agustus 2017 oleh Wali Kota Bandung kala itu, Ridwan Kamil, tak mampu bertahan melawan pandemi COVID-19 sehingga kini berubah menjadi lokasi uji nyali.
Kekinian, manajemen Chinatown Bandung menutup permanen tempat wisata yang kental dengan nuansa pecinan di Jalan Klenteng Kota Bandung itu.Penutupan Chinatown diumumkan melalui akun Instagram resmi mereka.
"“Dengan berat hati, kami nyatakan Chinatown Bandung TUTUP PERMANEN. Terima kasih atas dukungan kalian selama ini” tulis mereka.
Kalimat yang cukup menyedihkan tersebut akan menyapa penglihatan kita, kala berunjung ke halaman profil Official Instagram Account Chinatown.
Harapan para wisatawan yang hendak mencari tahu informasi terkait tempat wisata Chinatown ini sirna seketika. Jumlah followers yang mencapai 29.000 dengan unggahan foto-foto tentang Chinatown yang indah, hari ini sudah tak punya banyak makna lagi.
Sejak Maret 2020, Chinatown berhenti beroperasi sebagai tempat wisata. Penyebab dari ditutupnya Chinatown tidak lain karena pengunjung yang datang semakin surut, pun ditambah karena efek pandemi Covid-19.
Hal tersebut dibenarkan oleh Uyan, mantan petugas keamanan dari Chinatown. Ia mengatakan, Chinatown sudah resmi ditutup dan kini hanya menyisakan kenangan manisnya saja.
“Udah mulai sepi pengunjung, seharusnya dulu tuh minta 100 tiket ke luar, sedangkan yang masuk cuma 40 sehari tuh, sedangkan kan minimal itu 100 tiket keluar,” ujar Uyan.
Kenangan dan Chinatown Hari Ini
Baca Juga: Dari IRT hingga Pejabat, KPK Panggil 10 Orang Terkait Kasus Aa Umbara
Tempat wisata yang berlokasi di Jalan Kelenteng No. 41 ini dikelola oleh Perhimpunan Sosial Masyarakat Bandung (PERMABA). Dalam prasasti yang terdapat di dekat pintu masuk, dijelaskan bahwa Chinatown termasuk dalam bangunan cagar budaya di Kota Bandung. Adapun bangunan yang dibangun sebelum adanya Chinatown sudah ada sejak tahun 1938 dan dirancang oleh arsitek Max van Slooten.
Kini, walaupun penampakkan gedungnya masih berupa Chinatown, namun suasananya sudah berbeda. Kondisi fasilitas di dalam Chinatown sudah acak-acakkan. Lantai hingga tembok-tembok pun sudah ditutupi rerumputan yang tinggi.
Dari depan, terlihat beberapa becak terparkir di sana. Kemudian, sampah berserakan yang jelas membuktikan bahwa tempat tersebut sudah tak ada yang merawat. Bahkan, gerbang masuk ke Chinatown kini seringkali disinggahi oleh tunawisma.
Uyan mengatakan, masih banyak wisatawan yang berkunjung ke sana namun kecewa karena kondisi saat ini sudah bukan lagi tempat wisata. Padahal, saat masih buka pengunjungnya bisa berasal dari luar Jawa.
“Banyak, dari luar kota dari Kalimantan, kebanyakan Jakarta,” ucap Uyan.
Jadi Tempat Uji Nyali
Berita Terkait
-
Belatung di Kepala, Oneng Murka Wanita di Bandung Disekap 3 Tahun: Jangan Beri Ampun!
-
Sanksi FIFA Halangi Persib Bandung Umumkan Luka Menalo Sebagai Rekrutan Baru
-
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung
-
Winger Bosnia Luka Menalo Dikabarkan Segera Gabung Persib Bandung
-
Persib Selangkah Lagi Dapatkan Eks Timnas Bosnia, Diklaim Sudah Teken Kontrak 2 Tahun
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Misteri Pesan WA Anonim Ungkap Penyekapan Tragis 3 Tahun di Bandung
-
Hubungi Keluarga Korban via Telepon, Hotman Paris: Jangan Takut, Laporkan Jika Ada Korban Lain
-
Hotman Paris Beri Pendampingan Hukum Gratis untuk Korban Penganiayaan di Bandung
-
Pemeriksaan Perdana Kasus Korupsi Tunjangan DPRD, Wabup Indramayu Syaefudin Diperiksa Kejati Jabar
-
6 Fakta Wanita di Bandung Disekap dan Disiksa Selama 3 Tahun hingga Lumpuh