SuaraJabar.id - Masyarakat diminta tak panik menghadapi adanya kabar mengenai kelangkaan oksigen beserta tabungnya.
Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan stok tabung oksigen di distributor di daerah itu aman dan bisa terdistribusi dengan baik ke sejumlah rumah sakit yang menangani pasien COVID-19.
Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan distribusi tabung oksigen untuk kebutuhan medis akhir-akhir ini memang mengalami kendala.
Namun kini ia memastikan semua rumah sakit yang menjadi mitra distributor tabung oksigen telah terdata lengkap.
"Sudah lengkap semuanya, bisa berjalan normal, stoknya aman dan cukup," kata Oded saat meninjau salah satu distributor tabung oksigen di Kota Bandung, dikutip dari Antara, Rabu (7/7/2021).
Menurut Oded, biasanya distribusi tabung oksigen ke sejumlah rumah sakit dilakukan setiap tiga hari sekali. Namun karena kasus COVID-19 yang meningkat, stok tabung oksigen yang telah didistribusikan hanya cukup untuk setengah hari saja.
Namun ia memastikan saat ini pasokan oksigen akan lebih optimal ke 29 rumah sakit yang menangani COVID-19 di Kota Bandung.
Selain itu, menurut Oded, di Kota Bandung sendiri ada empat distributor tabung oksigen sehingga setiap distributor itu saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan tabung oksigen untuk kebutuhan medis di rumah sakit.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan alokasi tabung oksigen dari setiap distributor kini diharuskan 100 persen untuk kebutuhan medis. Sebelumnya alokasi tabung oksigen hanya sebesar 90 persen untuk rumah sakit.
Baca Juga: Dimulai Sejak Pagi, Berikut Jadwal Baru Penutupan Jalan di Kota Bandung
"Dulu 10 persen untuk industri, sekarang sudah full (untuk medis)," kata Ema.
Manajer PT Aneka Gas Industri Samator Grup Chandra Subekti mengatakan dalam satu harinya pihaknya memproduksi 1.100 tabung oksigen jenis 6 meter kubik.
Adapun menurutnya kendala kurangnya stok tabung oksigen yang terjadi pada beberapa pekan terakhir adalah karena permintaan yang meningkat drastis. Meski begitu, ia memastikan harga tabung oksigen yang ia distribusikan itu tetap sesuai standar.
"Memang permintaanya pesat sekali, hampir tiga kali lipat, kalau harga saat ini tetap sesuai dengan rata-rata yakni per tabungnya itu mulai dari Rp40 ribu hingga Rp70 ribu," kata Chandra. [Antara]
Berita Terkait
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
Executive Talk | Hoaks Kesehatan dan AI, Ini Pandangan RS Pelni
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
Diangkut Mobil Tahanan ke RS Polri, Roy Suryo Bercelana Pendek, Dokter Tifa Berompi Oranye
-
Executive Talk: Hoaks Kesehatan dan AI, Ini Pandangan RS Pelni
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
6 Fakta Tuntutan Mati Terdakwa Ririn, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu
-
Habisi Satu Keluarga Termasuk Bayi 8 Bulan di Indramayu, Terdakwa Ririn Dituntut Hukuman Mati
-
Bupati Sukabumi Pecat Kepala Desa Babakanjaya Terkait Dugaan Penyimpangan APBDes
-
Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video
-
Mahasiswa Bandung Demo Kritik MBG dan Ekonomi, Dedi Mulyadi: Enggak Ada Problem, Sudah Biasa