SuaraJabar.id - Sebuah gudang di Jalan Baru Nagri Atas, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) digerebek polisi pada Rabu (7/7/2021) siang.
Gudang tersebut dijadikan tempat untuk memproduksi obat-obatan keras yang tidak memiliki izin edar alias ilegal.
Dari penggerebekan tersebut, polisi turut mengamankan tersangka berinisial SS.
Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol Rudy Ahmad Sudrajat mengungkapkan, temuan pembuatan obat farmasi ilegal ini bermula dari kasus temuan serupa di Tasikmalaya beberapa waktu lalu.
"Dari mulai pengungkapan kasus di Tasik Kota ditemukan mesin pencetak obat G. Ada beberapa tersangka 5 yang kita amankan," ungkap Rudy di lokasi.
Berdasarkan keterangan dari tersangka yang sudah diamankan, polisi mendapat informasi bahwa pemasok bahan-bahan obat terlarang itu didapat dari seorang pasangan suami istri berinisial L dan C yang kemudian diamankan.
Kemudian dari tersangka L, pihaknya mendapat infromasi bahwa keduanya bekerjasama dengan tersangka SS.
Setelah ditangkap dan digeledah, ternyata benar tersangka SS memproduksi obat G jenis Double L dan Y atau Trihexyphenidyl.
"Tersangka L kerja sama dalam jual beli bahan tersebut dengan inisial S. Bahan dari L dikasih ke SS, dicetak. Diserahkan ke L didistribusikan, dijual sampai ke luar Jawa. Kalimatan dan Sulawesi," beber Rudy.
Baca Juga: Tak Punya Uang Rp 5 Juta untuk Bayar Denda, Pemilik Kafe Pilih Dipenjara
Dari penggerebekan di Lembang, polisi mengamakan sejumlah barang bukti seperti dua mesin cetak tablet, Oven merk Suni, mesin mixer, buah tabung Gas LPG 12 kg.
Kemudian ada mesin ayak, set rak almunium, ayakan, drum warna biru, jolang, timbangan duduk digital, alat pres plastik, genset merk Honda, timbangan digital kecil dan buah fakum cleaner.
Selain itu, diamankan juga sejumlah bahan pembuat obat-obatan jenis G maupun yang sudah jadi dan siap diedarkan.
"Dua obat-obatan yang sudah jadi diantaranya 15 dus besar yang berisi obat sudah jadi (satu dus berisikan 100 paket dan setengah ember obat bertuliskan LL siap kemas," pungkas Rudy.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Berita Terkait
-
Unik! ASN Tasikmalaya Naik Kuda ke Kantor untuk Hemat BBM
-
Rencana 100 Gudang Pangan Disorot, Salah Lokasi Bisa Jadi Mubazir
-
Belajar di Kelas Rusak, Puluhan Siswa SD di Tasikmalaya Bertahan dalam Keterbatasan
-
Awe-Awe Kedua dari Balik Pohon Tua di Tikungan Gumitir
-
Terlalu Kocak, Benedictus Siregar Bikin Fatih Unru Sulit Fokus Syuting Gudang Merica
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif
-
Mahasiswa Geruduk Kejari dan PN Bogor, Pertanyakan Penanganan Perkara Julia binti Djohar Tobing
-
Skandal Iklan Bank BJB: Lima Tersangka Ditetapkan, KPK Kebut Hitung Kerugian Negara
-
Viral Air Minum Aquviva! Berawal Murah Meriah, Kini Diprotes Konsumen Diduga Rasa Air Keran