SuaraJabar.id - Tak pandang bulu, penegakkan protokol kesehatan di masa PPKM Darurat di Kabupaten Sukabumi bakal menindak siapa saja yang kedapatan melanggar.
Tak terkecuali bagi anak buah Bupati Sukabumi atau ASN di lingkungan Pemkab Sukabumi. Mereka bakal tetap ditindak tegas jika kedapatan melanggar prokes atau aturan PPKM.
Seperti yang terlihat dari sebuah video viral yang menyebar di grup-grup WhatsApp warga Sukabumi. Seorang pria berbaju gading khas seragam aparatur sipil negara atau ASN, terjaring operasi PPKM Darurat di kawasan Jalan Siliwangi, Palabuhanratu.
Ia kedapatan tak memakai masker. Satgas COVID-19 yang memergokinya pun langsung memberi hukuman push up.
Camat Palabuhanratu Ahmad Samsul Bahri mengatakan pria berbaju gading yang terjaring operasi PPKM Darurat karena tidak memakai masker tersebut merupakan ASN di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Pria itu mengaku ke luar kantor sebentar sehingga lupa memakai masker.
"Betul kemarin kita melaksanakan penertiban prokes mulai jam 10.00-12.00 WIB di sekitar alun-alun Jalan Siliwangi. Ada warga yang tidak memakai masker kita berikan sanksi," kata Ahmad, Rabu (7/7/2021).
Ahmad menyebut pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi itu selanjutnya diberikan sanksi push up sebanyak 10 kali dan diminta kembali untuk mengambil masker.
"Jadi saat melintas pegawai di lingkup Setda kebetulan memakai baju gading dan tidak menerapkan prokes, tidak memakai masker," jelas dia.
"Ya kita berikan hukuman yang sama dengan yang diberikan kepada masyarakat, berupa push up sebanyak 10 kali dan juga dipersilakan untuk kembali mengambil masker," tambah Ahmad.
Baca Juga: Anies Murka saat Sidak PPKM Darurat, PKS: Boleh Marah buat Shock Therapy, Tapi...
Berita Terkait
-
Kronologi Penggerebekan 16 WNA di Sukabumi: Sewa Hotel Setahun, Diduga Siapkan 50 Anggota Sindikat
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Kasus Kematian Nizam Syafei Naik Penyidikan, Kuasa Hukum: Harus Diusut Tanpa Tebang Pilih
-
Legislator Minta Polri Agar Usut Pengancaman Terhadap Ibu Almarhum Nizam Syafei
-
Kapolres Sukabumi di DPR: Ibu Tiri Sempat Tak Mengaku Aniaya Nizam Syafei
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
DPRD Minta Pemkot Bogor Gencarkan Sosialisasi PSEL Kayumanis Usai Ditolak Emak-emak
-
Tak Hanya Bangun Rumah, Bupati Karawang Beri Modal Usaha untuk Nenek Korban Kebakaran
-
4 Rekomendasi Serum Wajah di Bawah Rp150 Ribu, Murah tapi Kualitasnya Top Bikin Auto Ganteng
-
'Nggak Ada yang Gitu-gitu', Respons Singkat Dedie Rachim Justru Tambah Kekecewaan Warga Kayumanis
-
Warga Munjul Merasa Dikelabui! Proyek PSEL Pemkot Bogor Tuai Penolakan Keras