SuaraJabar.id - Seluruh pasien COVID-19 di Kabupaten Garut yang saat ini dirawat di rumah sakit atau RS swasta akan ditarik dan dipindahkan ke RSUD dr Slamet Garut.
Pemerintah Kabupaten Garut mengambil kebijakan pemusatan perawatan pasien COVID-19 ke RSUD dr Slamet agar penanganannya lebih maksimal.
"Dalam waktu singkat ini kami akan memindahkan semua pasien COVID-19 ke RSUD dr Slamet sebagai rumah sakit yang kita pusatkan untuk menangani COVID-19," kata Bupati Garut Rudy Gunawan di Garut, Kamis (8/7/2021).
Ia menuturkan RSUD dr Slamet Garut telah disiapkan sebagai rumah sakit khusus menangani pasien COVID-19 dengan kapasitas sebanyak 500 tempat tidur berikut dilengkapi peralatan medis.
Rumah sakit swasta di Garut, kata dia, dikhususkan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien umum atau bukan yang terpapar COVID-19 sehingga penanganannya juga lebih fokus dan optimal.
"Rumah sakit-rumah sakit Intan Husada, Annisa Queen, dan Rumah Sakit Nurhayati diminta untuk merawat pasien-pasien yang non-COVID," katanya.
Bupati mengimbau setiap pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) untuk segera melakukan tindakan cepat dan tepat dengan membawa pasien COVID-19 gejala berat ke RSUD dr Slamet Garut sehingga bisa tertangani degan cepat.
"Segera kirim saja ke RSUD dr Slamet tanpa ada konfirmasi apapun, tapi yang bergejala berat supaya kami memberikan penanganan dan kami menyediakan ruangan khusus di RSUD dr Slamet," katanya.
Bupati berharap semua pihak untuk bekerjasama dalam menangani wabah COVID-19 sehingga semuanya bisa teratasi dengan baik, dan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Tambah Kapasitas RS, Pemerintah Targetkan Konversi 40 Persen Tempat Tidur
"Kami tidak mau yang isoman tidak mendapatkan perhatian medis yang memadai, segera kirim ke RSUD dr Slamet," kata Bupati. [Antara]
Berita Terkait
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri
-
Misteri Hutan Batumeungpeuk, Kerangka Manusia Tanpa Identitas Gegerkan Warga Banjarwangi Garut
-
Kisah Siswi SMK di Garut: Rawat Nenek Lumpuh, Terancam Putus Sekolah karena Dianggap 'Warga Mampu'
-
Ekspansi Berlanjut, Persib Store Kini Hadir di Garut
-
Epy Kusnandar Sempat Berwasiat Minta Dimakamkan di Kampung Halaman Dekat Makam Sang Ibu
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Kisah Pilu Kakak Beradik Disekap dan Disabet Golok Saat Camping di Pantai Cibuaya
-
Kado Pahit Usai Lebaran: Karanghawu Dikepung 50 Kantong Sampah, Potret Miris Wisatawan di Sukabumi
-
Sengkarut Sayang Heulang: Antara 'Getok Harga', Sumpah Serapah, dan Citra Buram Wisata Garut
-
Asa di Balik Kartu Kuning: Gelombang Pencari Kerja Banjar Serbu MPP, Taiwan Jadi Destinasi Impian
-
Misteri di Balik Tembok BMI 5: Menelusuri Tempat Eksekusi WNA Singapura yang Jasadnya Dicor