SuaraJabar.id - Seorang pria bernama Pahlevi Edyan (25) menarik perhatian warga Kota Banjar lewat penampilan uniknya. Pria itu mengenakan baju rapi plus dasi layaknya pekerja kantoran saat berkeliling menjajakan cilok jualannya.
Penampilan Pahlevi yang nyentrik kerap menjadi daya tarik bagi pembeli. Saat berkeliling atau mangkal di pinggir jalan, ia selalu menjadi perhatian warga yang melintas.
Tak sedikit warga yang tertarik dengan penampilannya kemudian menepi dan membeli cilok dagangannya.
Ia pun dengan cekatan melayani konsumennya yang menghampirinya di lokasi tersebut.
“Baru empat hari saya jualan cilok,” katanya, Senin (12/7/2021).
Ia mengaku sebelum berjualan cilok sempat membuka warung di sekitar sekolah. Namun karena adanya pandemi dan kegiatan belajar secara tatap muka dihentikan sementara, membuat usahanya semakin tak menentu.
“Sejak adanya Corona, saya berhenti jualan. Saya kira hanya sebentar saja dan ternyata lama juga,” imbuhnya.
Lantaran modal usahanya semakin menipis untuk memenuhi kebutuhan selama pandemi ini, ia pun memilih jalan ngojek ke teman maupun warga yang membutuhkan.
Namun, karena situasi semakin tak menentu membuat ia berpikir untuk berjualan lagi dengan ikut ke orang lain.
Baca Juga: Bikin Ngelus Dada! Viral 5 Potret Warung Unik, Taruh Barang dengan Posisi Tak Terduga
“Kan modal saya habis, jadi mau bagaimana lagi. Akhirnya saya ikut jualan cilok jebleh ini ke Kang Irfan orang Neglasari Banjar,” ucapnya.
Saat akan memulai dagang cilok, ia berpikir bagaimana caranya agar menyedot perhatian para pembelinya. Ia pun mencari inspirasi dengan membuka internet.
Akhirnya, setelah berpikir cukup panjang ia memutuskan untuk menggunakan pakaian rapih seperti halnya pekerja kantoran, mulai pakai kemeja, dasi, celana kain serta memakai sepatu pantofel.
“Alhamdulillah ide saya dibolehkan sama Kang Irfan untuk jualan cilok. Di hari pertama penjualan lumayan, dan berikutnya semakin banyak,” ujar pria asal Desa Binangun, Kecamatan Pataruman ini.
Saat berjualan dengan gaya nyentrik ini, Pahlevi mengaku banyak tanggapan dari warga, ada yang memberikan dukungan untuk selalu semangat mencari rezeki maupun bertanya-tanya soal gayanya itu sambil membeli.
Karena sejak awal niat dengan gaya seperti itu, sehingga ia pun siap dengan tanggapan beragam dari warga.
Adanya pandemi covid-19 dan penerapan PPKM meski berpengaruh terhadap usahanya barunya itu, namun ia mengaku optimis dan berharap situasi bisa segera normal lagi.
Berita Terkait
-
Fakta Unik Festival Musik Coachella: dari Menginap Sampai Tiket Rp150 Juta
-
9 Fakta Unik tentang Iran, Acungkan Jempol sama Artinya dengan Jari Tengah
-
Anak SD Ini Punya Skill Cukur Rambut Luar Biasa, Hasilnya Sekelas Barbershop
-
Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
-
15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
4 Rekomendasi Serum Wajah di Bawah Rp150 Ribu, Murah tapi Kualitasnya Top Bikin Auto Ganteng
-
'Nggak Ada yang Gitu-gitu', Respons Singkat Dedie Rachim Justru Tambah Kekecewaan Warga Kayumanis
-
Warga Munjul Merasa Dikelabui! Proyek PSEL Pemkot Bogor Tuai Penolakan Keras
-
Tambang Ditutup 7 Bulan, Bupati Bogor Minta Dedi Mulyadi Beri Kepastian Warga
-
Gunakan Dana Rp100 Miliar, Anggaran Konstruksi Jalur Khusus Tambang di Bogor Siap Digenjot