SuaraJabar.id - Targetan untuk mencapai 2,9 juta dosis Vaksin Covid-19 untuk diberikan kepada warga Tasikmalaya hingga kini masih jauh pada kenyataanya. Kekinian, pasokan vaksin yang diterima baru 157 ribu dosis.
Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya, Heru Suharto mengemukakan hal itu berdasarkan data dari Satgas Covid-19.
“Karena kondisi tersebut, vaksinasi kepada warga masih sangat minim. Paling baru sekitar 70 ribu orang; sebagian besar tenaga kesehatan, ASN, dan TNI-Polri,” katanya seperti dilansir Kapol.id-jaringan Suara.com.
Heru mengemukakan, jumlah penduduk Kabupaten Tasikmalaya total ada 1,8 juta jiwa, sementara target vaksinasi lebih dari 1,4 juta warga. Sehingga dibutuhkan sekitar 2.963.204 dosis.
“Tapi vaksinnya minim, sehingga kita ini capaian vaksinasi terendah di Jabar; baru 5,3 persen. Gimana lagi? Kita sudah usaha, tapi pasokan vaksin dari pemerintah pusat dan provinsi minim,” katanya.
Tak hanya itu, Pemkab Tasikmalaya juga kekurangan pasokan alat rapid swab antigen. Tentunya hal tersebut berdampak pada kelancaran proses tracing dan testing warga.
Namun, dia mengklaim angka kasus positif Covid-19 masih bisa terkendali.
“Memang angka positif kita rendah. Alhamdulillah, yah. Tapi di sisi lain kita akui penelusuran kontak erat terhambat ketersediaan rapid atau swab antigen. Lagi-lagi terbatas dari pusat,” Heru menandaskan.
Wakil Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin pun meminta pemerintah pusat dan pemprov untuk menyalurkan vaksin secara merata ke setiap kabupaten/kota.
“Jangankan vaksinasi tahap ketiga untuk Nakes. Vaksinasi kita saja terendah di Jabar, karena vaksinnya kurang. Bukan karena d. Heru dan jajaran, juga bukan karena kami tidak bekerja. Mungkin pemerintah pusat dan provinsi memprioritaskan daerah dengan PPKM level 4. Padahal, resiko mah sama aja sama kita level tiga menuju dua juga,” katanya.
Baca Juga: Viral Aksi Kursi Terbang saat Vaksinasi COVID-19, Istri Pergoki Suami Selingkuh
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
BMKG Rilis Imbauan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia, Berlaku 14-17 September
-
Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September
-
14 Tahun Jadi Mantri BRI, Dewi Natalia Bantu Warga Lampung Selatan Lepas dari Rentenir
-
Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api
-
BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas