SuaraJabar.id - Sebuah komunitas atau kelompok bermotor yang berasal dari Bandung dibubarkan saat tengah asyik nongkrong di sebuah kafe di Jalan Pembangunan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Para biker itu dibubarkan karena nekat berkerumun di saat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4.
Perwira Pengawas Polres Garut yang memimpin operasi penertiban tersebut Ipda Amirudin mengatakan, jajarannya membubarkan kelompok bermotor itu karena terlihat berkerumun saat petugas melakukan operasi penegakan PPKM Level 4, Jumat (6/8) malam.
"Dalam patroli malam kami menemukan komunitas motor berkerumun, lalu kami minta untuk bubar," kata Amirudin dikutip dari Antara, Sabtu (7/8/2021).
Ia menuturkan petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Satpol PP rutin melakukan patroli pada malam hari dalam rangka operasi penegakkan disiplin protokol kesehatan di tengah PPKM Level 4.
Dalam operasi rutin itu, kata dia, jajarannya menemukan banyak sepeda motor parkir, sementara pengendaranya berkumpul di dalam kafe di Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul.
Petugas selanjutnya memeriksa tempat tersebut dan meminta keterangan kepada mereka yang mengaku sedang beristirahat setelah melakukan perjalanan dari Bandung untuk menuju wilayah selatan Garut.
"Mereka dari Bandung semua, mau 'touring' ke selatan, singgah dulu di Garut, karena di tempat itu banyak, maka kami bubarkan," katanya.
Petugas di lapangan tidak hanya membubarkan kerumunan orang dari komunitas sepeda motor tersebut, tetapi menyita juga sejumlah minuman keras yang diduga akan dikonsumsi oleh mereka.
Baca Juga: Dear Mahasiswa di Jawa Barat, Kalian Dicari Ridwan Kamil
"Kita sita semuanya supaya tidak minum lagi," katanya.
Terkait penindakan hukum terhadap pemilik kafe tersebut, Amirudin mengatakan akan terlebih dahulu koordinasi dengan Satgas Penanganan COVID-19 Garut.
"Kalau misalkan pemiliknya harus bertanggung jawab, kita akan proses," katanya.
Berita Terkait
-
Unik! ASN Tasikmalaya Naik Kuda ke Kantor untuk Hemat BBM
-
Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat
-
Wamensos Apresiasi Inisiatif Kudus dan Garut Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
-
Pasca Kecelakaan Maut, Operasional Stasiun Bekasi Timur Mulai Pulih
-
Stasiun Bekasi Timur Diselimuti Karangan Bunga, Simbol Duka untuk Korban Kecelakaan KA Argo Bromo
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
DPRD Minta Pemkot Bogor Gencarkan Sosialisasi PSEL Kayumanis Usai Ditolak Emak-emak
-
Tak Hanya Bangun Rumah, Bupati Karawang Beri Modal Usaha untuk Nenek Korban Kebakaran
-
4 Rekomendasi Serum Wajah di Bawah Rp150 Ribu, Murah tapi Kualitasnya Top Bikin Auto Ganteng
-
'Nggak Ada yang Gitu-gitu', Respons Singkat Dedie Rachim Justru Tambah Kekecewaan Warga Kayumanis
-
Warga Munjul Merasa Dikelabui! Proyek PSEL Pemkot Bogor Tuai Penolakan Keras