Sementara itu, Sultan Aloeda II atau Raden Rahardjo Djali menegaskan bahwa pihaknya tidak memerlukan izin dari siapapun, termasuk dari Luqman Zulkaedin.
Karena, menurutnya seluruh keluarga yang hadir dan mengikuti pelantikan ini merupakan keluarga besar Keraton Kasepuhan Cirebon.
"Kami tidak membutuhkan izin dari siapapun, karena semua yang hadir saat pelantikan perangkat Kabinet Kesultanan, semuanya keluarga Keraton. Jika harus minta izin ke Luqman, dia siapa kan bukan keturunan Sunan Gunung Jati," katanya saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan, akan melaporkan pihak-pihak yang telah membuat ricuh di kegiatan tersebut.
"Ini sudah merupakan tindakan anarkis, di tengah kita melakukan adat di dalam keraton, mereka justru menyerang kami. Kami jelas alan laporkan semua tindakan ini," katanya.
Kontributor : Abdul Rohman
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Gunakan Teknik Stripping, Pemuda Sukabumi Sukses Cetak 3.000 Anakan 'Ikan Dewa' yang Langka
-
Persib Bandung Menggila, Gakuto Notsuda dan Ragnar Oratmangoen Resmi Gabung
-
BRI Tingkatkan Pengendalian Internal dan Manajemen Risiko untuk Cegah Fraud
-
Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Divonis Seumur Hidup
-
Darurat Judi Online di Kabupaten Bogor, PCNU Deklarasikan 'Jihad Sosial' Bareng Bupati