Scroll untuk membaca artikel
Ari Syahril Ramadhan
Kamis, 26 Agustus 2021 | 16:26 WIB
Muhammad Kece melambaikan tangan saat digelandang ke Bareskrim Polri, Jakarta. [Suara.com/M Yasir]

Senada dengan ulama Kota Tasikmalaya lainnya yang juga Sekretaris Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya KH Muhammad Aminudin Bustomi, pernyataan Muhammad Kece jelas-jelas sudah menodai dan menyakiti umat Islam.

Ia meminta aparat yang berwenang mengusut tuntas kasusnya dan diadili dengan seadil-adilnya dan bukan dihakimi.

“Kasus ini jangan sampai digiring bahwa pelaku ini sakit jiwa, hilang ingatan, gila dan lain-lain. Usut tuntas kasusnya,” ujar KH.Aminudin.

Menurutnya, umat Islam sudah sangat paham, sadar, dan sabar diperlakukan dengan perbuatan maupun pernyataan yang menyakiti perasaan kaum muslimin.

Baca Juga: Tak Hanya Jusuf Kalla, Beredar Foto Pertemuan Tokoh NU dengan Taliban

Umat Islam akan hormat dan taat ketika hukum benar-benar ditegakkan seadil-adilnya.

Penegak hukum harus bisa merasakan bagaimana psikologis umat Islam di Indonesia yang sudah tersakiti dengan penyataan Muhammad Kece yang diduga telah menistakan agama.

“Kita umat Islam ini punya saham mayoritas di NKRI. Bicara kondusivitas sudah khatam. Hentikan Sandiwara hukum dan hukum sebagai panglima jangan hanya jargon,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Youtuber dengan nama channel Muhammad Kece melakukan streaming dengan nada merendahkan dan melecehkan Nabi Muhammad serta agama Islam.

Dalam unggahan yang disertai permintaan bantuan pelayanan Muhamad Kece ke rekening pribadinya itu, dia juga kerap melakukan berbagai tuduhan tak mendasar mengenai Muslim dan apa yang disembahnya.

Baca Juga: Abu Janda Sebut Hukum di Indonesia Cacat, Netizen: Dia Sendiri Kebal Hukum

Dalam berbagai video yang diunggahnya, Muhammad Kece menyelewengkan salam umat Islam menjadi Assalamualaikum WarahmatuYesus Wabarakatu. Dia juga melakukan tuduhan terhadap Nabi Muhammad yang dikerumuni oleh golongan jin.

Load More