SuaraJabar.id - Persib Bandung bakal menghadapi Barito Putera di laga perdana mereka di BRI Liga 1 2021 di Stadion Indomilk Arena Tangerang, Sabtu (4/9/2021).
Barito Putera merupakan tim yang dinakhodai oleh orang yang tak asing bagi Persib yakni Djajang Nurjaman.
Djajang merupakan sosok legendaris yang pernah meraih gelar juara bersama Persib Bandung sebagai pemain, asisten pelatih serta pelatih.
Menghadapi laga perdana, Asisten Pelatih Persib Bandung Budiman memastikan, timnya siap mengarungi BRI Liga 1 2021.
Menjelang laga perdana, Persib Bandung siap meraih kemenangan untuk mendapatkan hasil maksimal.
"Semua pemain siap memberikan yang terbaik. Mudah-mudahan di pertandingan pertama ini bisa menghasilkan poin yang bagus. Kemenangan di pertandingan awal adalah penting," kata Budiman, dalam situs resmi Persib.
Meski begitu, Budiman paham untuk meraih kemenangan itu dibutuhkan kerja keras seluruh pemain. Sebab, Barito Putera bukan lawan yang akan mudah ditaklukan.
Terlebih, ada sosok Djajang Nurjaman yang pernah menangani Pangeran Biru.
"Coach Djajang Nurjaman adalah pelatih yang berpengalaman. Segi taktikal bagus. Materi pemainnya juga, baik lokal maupun asing, cukup bagus," ucapnya.
Perjalanan Djajang Nurjaman di Persib Bandung
Baca Juga: Tatap Laga Kedua Bali United di Liga 1 2021, Teco: Barito Putera Tim Berkualitas
Jika melihat sejarah, Djajang Nurjaman bukanlah sosok asing bagi Persib Bandung. Sebagai pemain, pria yang akrab disapa Djanur ini pernah mengantarkan Persib Bandung menjuarai Kompetisi Perserikatan 1986, 1989-1990, dan 1993-1994.
Djajang Nurjaman juga merasakan gelar juara ketika menjadi asisten pelatih Persib Bandung Indra M. Thohir di Liga Indonesia (LI) I/1994-1995 dan masih dipercaya hingga 1996.
Setelah itu ia lebih memantapkan karier kepelatihan dengan menukangi Persib Junior (U-23).
Pada 2006, ia mendapat kepercayaan sebagai asisten pelatih untuk mendampingi Arcan Iurie. Setelah itu ia mengembangkan karier kepelatihan di luar Persib, hingga pada 2012, manajemen Persib mempercayakan ia untuk menukangi tim sebagai Pelatih Kepala dalam mengarungi Indonesia Super League 2013.
Kembalinya ke Persib Bandung seolah mengulang romantisme juara dengan rekan-rekannya di Liga Indonesia I.
Namun kali ini ia menjadi pelatih kepala. Sementara "abah" Indra Thohir sebagai Direktur Teknik, dan juga ia dibantu oleh trio mantan pemain yang mengantarkan Persib juara LI I, yaitu Anwar Sanusi, Asep Soemantri, dan Sutiono Lamso sebagai asisten pelatih.
Tag
Berita Terkait
-
Polres Bogor Usut Kasus Penyerangan Bobotoh Usai Tonton Persib
-
Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia
-
Jadwal Super League Pekan 8: Persija Hadapi Ujian Berat Dewa United, Persib vs Isenmulang
-
Igor Tolic Ungkap Rahasia Persib Bandung Sapu Bersih Tiga Laga di ACL 2
-
Tak Terbendung di Asia, Giliran Melbourne Victory jadi Korban Keganasan Persib Bandung
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan
-
KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026
-
Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta