SuaraJabar.id - Uni Eropa (EU) menunda pembicaraan mengenai kesepakatan perdagangan dengan Australia. Hal ini disebut-sebut sebagai imbas dari Australia yang membatalkan pesanan kapal selam ke Prancis.
Hubungan antara Uni Eropa dan Australia dikabarkan memanas akibat keputusan Pemerintah Australia membatalkan kesepakatan pembuatan kapal selam senilai 40 miliar dolar AS (sekitar Rp 662,51 triliun) dengan Prancis.
Australia pada September membatalkan kesepakatan dengan perusahaan kontraktor pertahanan Prancis Naval Group untuk membangun armada kapal selam konvensional.
Sebaliknya, Australia akan membangun setidaknya delapan kapal selam bertenaga nuklir dengan menggunakan teknologi Amerika Serikat dan Inggris setelah mencapai kemitraan keamanan trilateral (AUKUS) dengan kedua negara tersebut.
Pembatalan kesepakatan itu membuat marah Prancis, yang menuduh Australia dan Amerika Serikat menikamnya dari belakang. Selanjutnya, pemerintah Prancis menarik duta besarnya dari Canberra dan Washington.
Sebagai solidaritas dengan Prancis, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mempertanyakan apakah EU dapat mencapai kesepakatan perdagangan dengan Australia.
Mendag Australia Dan Tehan pada Jumat (1/9/2021) menolak untuk mengomentari dampak dari pembatalan kesepakatan kapal selam itu terhadap penundaan pembicaraan kesepakatan perdagangan dengan EU.
Namun, dia mengonfirmasi putaran ke-12 pembicaraan yang dijadwalkan pada 12 Oktober ditunda selama sebulan.
"Saya akan bertemu dengan mitra Uni Eropa saya Valdis Dombrovskis pekan depan untuk membahas putaran negosiasi ke-12, yang sekarang akan berlangsung pada November, bukan Oktober," kata Tehan dalam pernyataan kepada Reuters yang dikutip dari Antara.
Baca Juga: Pakta Aukus untuk Meredam Kekuatan China, Apa Konsekuensi Perjanjian Ini?
Berita Terkait
-
Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis
-
Demo Rusuh Prancis Jadi Ajang Iklan Gratis Kaca Antipecah China, Kok Bisa?
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Anomali Ballon d'Or 2026: Taruhan Janggal dan Dugaan Informasi Orang Dalam
-
Pertimbangan Investasi Properti Lintas Negara, Studi di Australia Ini Bisa Jadi Masukan
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer
-
Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan
-
KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026