SuaraJabar.id - Sebuah pesan suara dan foto dengan narasi seorang ustadz di Sukabumi dilantik menjadi wali Allah oleh Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul viral di jejaring media sosial.
Ustadz yang dimaksud dalam narasi itu adalah Ustadz Encep Jainal Muttagin. Dalam kesehariannya, Ustadz Encep merupakan pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ikhlas di Kampung Leuwi Cagak, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.
Diduga, berkembangnya narasi liar yang menyebut ia dilantik menjadi Wali Allah oleh Nyi Roro Kidul dan Nabi Khidir karena kebiasaan tidak menggunakan baju atau pakaian dalam setiap aktivitas termasuk sholat.
Dikutip dari Sukabumiupdate.com-jejaring Suara.com, Ustadz yang memiliki 150 anak didik di Ponpes Nurul Ikhlas menjelaskan mulai tidak memakai baju sejak 3 bulan yang lalu. Karena ia mendapat anjuran atau perintah dari gurunya.
"Guru saya dari Jawa Timur melalui telepon. Kin kin kamu jangan pakai baju dulu, sampai kapan, lah jangan tanya sampai kapan katanya, nanti kalau sudah selesai dikasih tahu, oh ya saya nurut saja, karena saya di pesantren diajarkan untuk taat kepada guru," jelas Encep yang bisa dipanggil Muttaqin oleh gurunya.
"Saya turut selama tidak berbenturan dengan syariat Islam, karena saya yakin dengan penampilan ini (tidak memakai baju) tidak melanggar aturan Islam, saya menutupi aurat dengan sarung," bebernya.
Tak cuma diminta tidak pakai baju, Encep juga disuruh makan kunir dalam keseharian.
"Nah, kalau bicara tujuannya itu, saya juga tidak begitu mengerti, tidak enak kan nanya sama guru, saya hanya bisa nurut saja."
Ia tak mau peduli dengan anggapan orang terkait keputusan ini. Karena sebelumnya, ia pernah menyepi di pinggir pantai selama 1 tahun dan saat itu Encep disebut gila oleh orang-orang yang melihatnya.
Baca Juga: Pria Nyaris Diusir Istri Gegara Renovasi Toilet Tamu, Posisi CCTV Bikin Publik Berdebat
"Lalu setelah selesai dari pinggir pantai, sata menggunakan pakaian arab, pakai gamis, pakai imamah, saya juga disebut habib sama orang - orang. Saat seperti ini, tidak pakai baju, dikatain mengaku wali, makanya saya tidak mengerti," ungkap Encep.
"Kalau saya biasa-biasa, nyaman-nyaman saja. Saya belajar tidak membantah perintah guru. Saya diajarkan seperti ini agar tidak berpengaruh ocehan orang- orang. Saya tidak merasa terganggu," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelum, perilaku Encep ini berujung isu liar yang menyebut ia mengaku dan diangkat jadi Wali Allah dengan saksi Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul.
Isu liar ini berawal rekaman suara berdurasi 2 menit dan 21 detik yang dibuat Arif Rahman Hakim, Ketua DPC LSM Komunitas Pemberantas Korupsi atau KPK Pasundan Surade.
Kepada sukabumiupdate.com, Sabtu, 2 Oktober 2021, warga Kampung Munjul RT 01/02 Desa Sirnasari, Kecamatan Surade tersebut mengaku Pesan Suara yang menyebar di aplikasi WhatsApp itu dimaksudkan sebagai bahan kajian.
"Memang benar itu suara saya, yang di-share di grup KPK Pasundan untuk dibahas dan dikaji," kata dia.
Namun, Arif tidak menyangka rekaman suara yang dikhususkan untuk grup internal organisasinya itu menyebar ke sejumlah grup WhatsApp lain.
Berita Terkait
-
Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
-
Olok-olok Netizen Jersey Ketiga Timnas Indonesia: Mirip Seragam SPPG hingga Simbol Politik 02
-
Profil KH Hasan Abdullah Sahal yang Berani Pidato Singgung Cari Muka Depan Prabowo Subianto
-
Isi Pidato Hasan Abdullah Sahal di Depan Prabowo, dari Sejarah Gontor Sampai Curhat Soal Cari Muka
-
Viral Sekelompok Pelajar Konvoi Pamer Sajam di Flyover Kalibata, Polisi Cek CCTV
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
Terkini
-
Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat
-
Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri
-
KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor
-
Heboh Penemuan Jasad Wanita Belanda Tewas di Hotel Bandung, Polisi Gelar Penyelidikan
-
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?