SuaraJabar.id - Kasus Covid-19 di Jabar disebut terus melandai sejak Agustus lalu. Kondisi ini dianggap dapat teramati dari penurunan pasien yang dirawat di rumah sakit, misalnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama kasus Covid-19.
Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang, dr Yana Akhmad menyampaikan, kekinian hanya ada sembilan pasien Covid-19 yang dirawat.
Jumlah itu sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah tempat tidur yang disediakan.
"Di ruangan kami merawat sembilan orang, dari 130 tempat tidur yang kami sediakan. Jadi, kira-kira BOR (Bed Occupancy Rate) di bawah satu persen atau 0,07 persen," ungkapnya kepada awak media melalui video virtual, Selasa (26/10/2021).
Yana menyampaikan, penurunan kasus juga teramati dari rendahnya kunjungan ke IGD. Hingga Selasa siang, 26 Oktober 2021, dilaporkan bahwa kunjungan kasus suspect Covid-19 ke IGD RSHS hanya dua orang.
"Kita lihat tren itu dari kunjungan ke isolasi gawat darurat," katanya.
"Saya kira di rumah sakit lainnya juga sama, ya, relatif menurun sejak Agustus kemarin, yang kita tahu lonjakan luar biasa itu terjadi di Juni-Juli," imbuhnya.
Ketika terjadi awal lonjakan pada Juni lalu misalnya, tingkat keterisan tempat tidur (BOR) RSHS di atas 80 persen.
Bahkan sempat dilaporkan bahwa sebanyak 23 tenaga kesehatan atau nakes RSHS ikut terpapar Covid-19, di samping itu terjadi pula kelangkaan oksigen.
Baca Juga: Nestapa Korban Blasting Kereta Cepat: Rumah Rusak, Tak Laku Dijual dan Digadai
Saat itu, pihak RSHS pun menambah fasilitas serta tenaga bantuan melalui penambahan tenaga kesehatan dan pengangkatan relawan dengan pembiayaan dari Kementerian Kesehatan.
Adapun, kini RSHS telah kembali memfungsikan sejumlah fasilitas dan sumber daya manusianya untuk perawatan non-Covid-19.
"Saat ini kami sudah merelokasi kembali penggunaan fasilitas Covid-19 menjadi non Covid-19, karena sekarang tren pasien non Covid-19 juga sudah mulai meningkat. Tempat tidur juga sudah kami alihkan," katanya.
"Tenaga relawan yang kami angkat sekarang juga sudah dikurangi sesuai kebutuhan," ia melanjutkan.
Disinggung terkait potensi lonjakan atau gelombang ketiga pada akhir tahun ini, Yana menanggapi, pihak RSHS tetap mengantisipasi kemungkinan tersebut. RSHS akan kembali memfungsikan fasilitas maupun sumber daya manusia untuk kebutuhan Covid-19 jika memang terjadi lonjakan.
"Soal oksigen juga akan ada bantuan dari Kementerian Kesehatan yakni oksigen generator dan oksigen kensentrator. Demikian juga sumber daya manusianya, mereka yang sekarang direlokasi itu siap pakai kembali untuk menangani kasus Covid-19," jelasnya.
Yana mengimbau semua pihak untuk tetap waspada dan tidak lengah. Pandemi belum sepenuhnya selesai. Kemungkinan lonjakan masih dapat mengintai, maka kedisiplinan penerapan protokol kesehatan jangan sampai diabaikan. Secara khusus, RSHS pun dikatakan akan tetap waspada.
Berita Terkait
-
Bicara Persaingan Juara Musim 2025/2026, Bojan Hodak Sebut Persija dan Malut United
-
Pemain Muda Lokal di Balik Keganasan Malut United Musim ini, Timnas Indonesia Wajib Coba?
-
Air Bersih Kembali Mengalir di Aceh Tamiang, Sumur Bor Kementerian PU Mulai Dimanfaatkan Warga
-
Persib Bandung Minim Kebobolan, Bojan Hodak: Pertahanan Berjalan dengan Baik
-
Puas Dengan Permainan Persib di Putaran Pertama, Bojan Hodak: Lihat, Kami Nomor Satu Lagi
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Fakta-fakta di Balik Video Viral Pengeroyokan Guru: Ada Tantangan Duel Jantan Saat Jam Istirahat
-
Basarnas Pantau Ketat Kebakaran di Kedalaman Tambang Emas Pongkor
-
Dirjen Politik Kemendagri Akmal Malik Ajak Kepala Daerah Wujudkan Asta Cita Bidang Ketahanan Pangan
-
Viral Screenshot Jokowi Minta Jangan Dipenjara Soal Ijazah Palsu, Ini Fakta Sebenarnya
-
Penderita Obesitas Dapat Ikuti Program Penurunan Berat Badan Berbasis Semaglutide, Apa Itu?