SuaraJabar.id - Siswa dan guru peserta pembelajaran tatap muka atau PTM di Kota Bandung yang terkonfirmasi positif Covid-19 jumlahnya terus bertambah.
Hingga Rabu (27/10/2021) kemarin, Dinas Kesehatan Kota Bandung melaporkan ada 196 siswa dan guru peserta PTM yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Hasil ini diketahui dari tes PCR terhadap siswa dan guru yang mengikuti PTM di 160 sekolah dari target 212 sekolah.
"Jumlah yang sudah keluar hasil 5.649 dengan hasil positif 196 orang (3,5 persen). Negatif 5.453 orang (96,5 persen)," ujar Kepala Dinkes Kota Bandung dr Ahyani Raksanagara, Kamis (28/10/2021).
Ia menuturkan, jumlah siswa dan guru yang positif Covid-19 terdiri dari 182 orang siswa dan 14 orang guru.
Sedangkan jumlah sekolah yang memiliki hasil diatas 5 persen sebanyak 29 sekolah, 1 hingga 5 persen 43 sekolah dan 0 persen 66 sekolah.
"Menunggu hasil 38 sekolah," ungkapnya. Ia melanjutkan, para siswa dan guru yang terpapar Covid-19 menjalani isolasi mandiri dengan pengawasan puskesmas.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana memperluas pengetesan PCR terhadap siswa dan guru yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.
Pengetesan PCR saat ini dilakukan 10 persen dari total sekolah yang melaksanakan PTM.
Baca Juga: Pemerintah Pangkas Libur Nataru, Bila Terpaksa Harus Berperjalanan Maka Wajib PCR
Dinas Kesehatan Kota Bandung melansir siswa dan guru di 157 sekolah telah dilakukan tes PCR dari target sekolah sebanyak 212.
Sampel yang sudah diperiksa sebanyak 5.993 dengan hasil yang sudah keluar sebanyak 3.530 sampel. Hasil positif 117 orang atau 3 persen dan negatif 3.413 orang atau 97 persen.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mendorong agar seluruh sekolah yang menggelar PTM terbatas dilakukan tes PCR tidak hanya kepada sekolah yang dijadikan sampel.
Kebijakan tersebut didorong sebab aktivitas PTM di sekolah yang bukan sampel dijamin bebas Covid-19.
"Ini ada peluang secara keseluruhan tidak hanya sekolah dijadikan sampel, kalau saya ingin menyeluruh saja. Karena siapa yang memberikan jaminan yang tidak jadi sampel itu aman makanya kita harus dorong," ujarnya.
Ia menuturkan, bagi sekolah yang didapati siswa dan guru terpapar Covid-19 melebihi 5 persen harus menghentikan terlebih dahulu PTM terbatas.
Berita Terkait
-
Literasi Digital: Keterampilan Baru yang Wajib Dimiliki Siswa
-
Potret Akses Pendidikan di Aceh Barat, Guru dan Siswa Seberangi Sungai Lewat Kabel Baja
-
Prabowo Akui Gaji Guru Kurang, Lapangan Kerja Sedikit
-
Prabowo Ungkap Prioritas Gaji Guru, PNS, dan Layanan Kesehatan
-
Pamor SD Negeri di Ujung Tanduk: Krisis Siswa hingga Butuh Transformasi Pendidikan yang Mendesak
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Tawuran Berdarah di Klari Karawang: Pergelangan Tangan Pelajar Putus Ditebas Senjata Tajam
-
JPMorgan Upgrade Saham BBRI ke Overweight, Nilai Prospek Bisnis Mikro Semakin Menjanjikan
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Bandung Darurat Begal! Polisi Bolehkan Warga Melawan Pelaku di Jalanan, Ini Syaratnya
-
Berkas Perkara Rampung, Polda Jabar Segera Serahkan Taufik Hidayat ke Kejaksaan