- Pemkab Cianjur intens berkoordinasi dengan Kemenlu RI dan KBRI untuk percepatan pemulangan warga Cianjur terjebak konflik Timur Tengah.
- Bupati Cianjur mendata seluruh warga, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) legal maupun ilegal, yang terdampak konflik.
- Pemkab meminta calon jamaah umrah asal Cianjur menunda keberangkatan sementara waktu sampai kondisi Timur Tengah aman.
SuaraJabar.id - Eskalasi konflik di Timur Tengah terus menimbulkan kekhawatiran serius, terutama bagi Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang memiliki banyak warganya yang bekerja dan tinggal di sana.
Pemkab Cianjur kini secara intensif berupaya melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dan KBRI untuk mempercepat kepulangan warga asal Cianjur yang masih terjebak konflik.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan bahwa pemerintah daerah terus mendata jumlah warga Cianjur yang terjebak akibat konflik di Timur Tengah, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cianjur yang meminta segera dipulangkan.
"Kita terus komunikasi setiap hari dengan Kementerian demi mencari perkembangan dan situasi terkini konflik yang hingga kini masih terjadi dengan harapan ada solusi cepat memulangkan warga Cianjur yang bekerja di Timur Tengah," katanya.
Seiring konflik yang masih terjadi, pihaknya meminta warga yang sudah mendaftar untuk berangkat umrah ke tanah suci menunda untuk sementara sampai kondisi di Timur Tengah aman dan normal.
Pihaknya terus menjalani komunikasi dengan KBRI di sejumlah negara di Timur Tengah guna memastikan keselamatan warga Cianjur dan dapat segera dipulangkan karena sejak konflik terjadi penerbangan di sejumlah negara dihentikan.
"Beberapa penerbangan di sejumlah negara ditutup sehingga pemerintah Indonesia hingga saat ini tengah berupaya mengalihkan warga Negara Indonesia (WNI) ke negara yang masih membuka penerbangan," katanya.
Pihaknya berharap konflik segera berakhir dan tidak berkepanjangan serta tidak ada korban WNI terutama asal Cianjur, serta pemulangan dapat dilakukan dalam waktu dekat guna menjaga hal yang tidak diinginkan.
Bahkan pihaknya memastikan pendataan guna memulangkan WNI asal Cianjur, termasuk yang berangkat bekerja secara ilegal atau non prosedur karena mereka juga sama orang Cianjur yang berharap pulang ketika terjadi konflik di negara orang.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Pemkab Cianjur Berjuang Pulangkan Ratusan Buruh Migran
"Seluruhnya akan kita data termasuk mereka yang berangkat secara ilegal karena mereka masih WNI asal Cianjur, kami berharap ke depan tidak ada lagi pekerja migran yang berangkat secara ilegal guna memudahkan pendataan," katanya. [Antara].
Berita Terkait
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Pemkab Cianjur Berjuang Pulangkan Ratusan Buruh Migran
-
Izin Investor Tapi Melanggar, WNA Arab Saudi di Cianjur Resmi Diusir dan Masuk Daftar Cekal
-
Selama Ramadan Pemkab Cianjur Larang Total THM Beroperasi, Rumah Makan Buka Jam 4 Sore
-
Berawal dari Kenalan di Medsos, Bayi 2 Bulan di Tasikmalaya Dibawa Kabur Teman Online Sang Ibu
-
Investasi SDM Jepang di Bogor, Brexa Targetkan Kirim 4.000 Tenaga Kerja Profesional Tahun Ini
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain
-
Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman
-
Antisipasi Politik Uang dan Konflik, 600 Polisi Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Cianjur
-
Tak Lagi Bergantung pada DNA Salmon, PDRN Nabati Jadi Inovasi Baru Industri Skincare
-
Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat