- Pemerintah Kabupaten Cianjur khawatir konflik Timur Tengah mengancam keselamatan buruh migran Cianjur di sana.
- Pemkab Cianjur berkoordinasi dengan instansi dan konsulat untuk memulangkan warganya dari Timur Tengah.
- Pendataan warga Cianjur dilakukan, termasuk yang ilegal, untuk evakuasi ke negara aman terdekat.
SuaraJabar.id - Konflik di wilayah Timur Tengah antara Israel dan Amerika Serikat dengan Iran yang semakin memanas, kini menimbulkan kekhawatiran serius bagi Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Pemkab Cianjur berupaya keras untuk memulangkan warga Cianjur yang bekerja sebagai buruh migran dan tinggal di sejumlah negara di Timur Tengah.
Langkah ini diambil seiring meningkatnya eskalasi konflik yang berpotensi membahayakan keselamatan warganya.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan pemerintah daerah berkomunikasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk konsulat di sejumlah negara di Timur Tengah, guna memulangkan warga Cianjur ketika konflik terus meluas.
Pemkab Cianjur mencatat, warga Cianjur yang berada di Uni Emirat Arab dan negara lain di Timur Tengah rata-rata bekerja dan menetap sebagai buruh migran di berbagai sektor.
"Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memulangkan pekerja migran asal Cianjur dalam waktu dekat karena ditakutkan konflik terus meluas membuat jalur pesawat terhambat karena beberapa penerbangan antar negara dihentikan," katanya.
Sehingga berbagai langkah dilakukan, guna mengevakuasi pekerja migran asal Cianjur salah satunya mengevakuasi mereka ke negara yang dinilai aman dari konflik sambil menunggu pemulangan karena sejumlah bandara berhenti beroperasi karena takut terkena imbas.
Bahkan pendataan dilakukan guna mengetahui secara pasti jumlah pekerja migran atau warga Cianjur yang menetap di sejumlah negara Timur Tengah yang rawan terkena imbas dari konflik tersebut, termasuk mereka yang berangkat secara ilegal.
"Pendataan masih dilakukan dinas terkait guna memastikan jumlah pekerja migran asal Cianjur di negara Timur Tengah dan Uni Emirat Arab lainnya, tanpa membedakan berangkat secara prosedur atau non prosedur," katanya.
Baca Juga: Izin Investor Tapi Melanggar, WNA Arab Saudi di Cianjur Resmi Diusir dan Masuk Daftar Cekal
Proses evakuasi hingga pemulangan dilakukan terhadap warga Cianjur dari negara terdampak ke negara yang dinilai aman dan masih membuka jalur penerbangan langsung ke Indonesia.
Sementara pekerja migran asal Cianjur dan pihak keluarga berharap ada bantuan dari pemerintah untuk proses pemulangan terutama bagi mereka yang bekerja di wilayah konflik dan terdampak, karena saat ini sejumlah penerbangan dihentikan.
"Sejumlah sanak saudara bekerja dan di tinggal di Bahrain dan Qatar, saat ini mereka was-was karena setiap hari terdengar suara pesawat tempur dan rudal, kami berharap ada upaya pemulangan dari pemerintah," kata keluarga pekerja migran Cianjur Rosidah (45). [Antara].
Berita Terkait
-
Izin Investor Tapi Melanggar, WNA Arab Saudi di Cianjur Resmi Diusir dan Masuk Daftar Cekal
-
Selama Ramadan Pemkab Cianjur Larang Total THM Beroperasi, Rumah Makan Buka Jam 4 Sore
-
Berawal dari Kenalan di Medsos, Bayi 2 Bulan di Tasikmalaya Dibawa Kabur Teman Online Sang Ibu
-
Predator Anak Menghantui Cianjur: Polres Buka Posko Laporan, Diduga Korban Lebih dari 10 Orang
-
4 Wisata Alam Bogor dan Cianjur Ini Visualnya Kebangetan, Wajib Masuk Wishlist Gen Z
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Pemkab Cianjur Berjuang Pulangkan Ratusan Buruh Migran
-
Polisi Gempur Judi Sabung Ayam di Selaawi Garut, Arena Ilegal Kini Rata dengan Tanah
-
Ditemukan Makanan Kualitas Buruk, BGN Setop Operasional Puluhan SPPG Program MBG
-
Kepatuhan Pelaporan CSR di Sukabumi Jadi Sorotan Akibat Defisit Tata Kelola
-
UMK Baru, Pekerja Sukabumi Perlu Disiplin Finansial Melalui Pola 50/30/20