- CSR PIK2 dan Tsabbit Farm berkolaborasi di Tangerang membangun ekosistem peternakan bebek terintegrasi berkelanjutan.
- Program ini fokus pada tiga pilar utama: bibit unggul DOD, pemeliharaan terstandarisasi, dan pendampingan masyarakat.
- Tujuan kolaborasi ini adalah memperkuat ekonomi lokal sekaligus menciptakan kemandirian serta kedaulatan pangan jangka panjang.
SuaraJabar.id - Deretan bebek tampak bergerak serempak di dalam kandang semi terbuka Tsabbit Farm Desa Babakan Asem, Kecamatan Teluknaga, Tangerang.
Di balik aktivitas yang terlihat sederhana itu, tersimpan sebuah model pengelolaan yang dirancang sistematis.
CSR PIK2 bersama Tsabbit Farm tidak sekadar membudidayakan bebek, tetapi membangun ekosistem peternakan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Program ketahanan pangan ini menitikberatkan pada tiga pilar utama, yakni penyediaan bibit unggul Day Old Duck (DOD), penerapan proses pemeliharaan yang terstandarisasi, serta pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Skema tersebut memastikan kualitas terjaga sejak tahap awal produksi hingga hasil panen.
Perwakilan Agung Sedayu Group untuk Indonesia sekaligus CSR PIK2, Ela, menyampaikan bahwa pendekatan yang dibangun bukan hanya untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi lokal.
"Melalui program ketahanan pangan, CSR PIK2 hadir mendukung Tsabbit Farm dalam membangun ekosistem peternakan bebek yang terintegrasi. Bukan sekadar budidaya, kami memastikan standar kualitas terjaga mulai dari penyediaan bibit unggul (Day Old Duck/DOD), proses pemeliharaan yang terstandarisasi, hingga pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar," ujar Ela, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, komitmen tersebut diarahkan untuk menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat kedaulatan pangan masyarakat dalam jangka panjang.
Pendekatan terintegrasi yang diterapkan di Tsabbit Farm turut menarik perhatian kalangan akademisi.
Ketua KKN Universitas Ahmad Dahlan, Yudha Himawan, menyebut sistem pengelolaan tersebut relevan untuk pembelajaran mahasiswa, terutama dalam pengembangan peternakan bebek petelur.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Mitra SEG: Dari Pendampingan Menuju Kemandirian Ekonomi dan Sosial
“Kami melihat tata kelola di sini sudah berbasis standar dan berorientasi keberlanjutan. Mahasiswa kami tertarik mempelajari bagaimana manajemen peternakan bebek petelur bisa dikelola secara profesional dan tetap memberdayakan masyarakat,” kata Yudha.
Ia menilai, kombinasi antara praktik lapangan dan transfer pengetahuan menjadi nilai tambah dari program ini.
Tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tingkat lokal.
Di tengah tantangan ketahanan pangan nasional, inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan dunia pendidikan dapat melahirkan model pemberdayaan yang konkret.
Dari kandang sederhana di Tsabbit Farm, gagasan tentang kemandirian pangan perlahan tumbuh dan menemukan bentuknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer
-
Lumpuhkan Begal Hidup-hidup, Dedi Mulyadi Siapkan Hadiah Rp5 Juta Hingga Rp50 Juta
-
Bongkar Korupsi Petral Hingga Akar, JAMPER Layangkan 4 Tuntutan Tegas ke Kejagung
-
IHR: Indonesia Derby 2026 Padukan Adu Cepat Kuda Terbaik dengan Keindahan Arena Tepi Pantai
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi