- Komisioner Bawaslu Kota Sukabumi, Firman Alamsyah, melaporkan dugaan penyalahgunaan data pribadi ke Polres Sukabumi Kota pada April 2026.
- Korban mengalami kerugian reputasi kredit setelah namanya tercatat dalam status kredit macet pada sistem pembiayaan bank swasta.
- Penyidik Polres Sukabumi Kota sedang mendalami keterangan saksi serta mengumpulkan bukti tambahan untuk mengungkap pelaku tindak kejahatan tersebut.
SuaraJabar.id - Sebuah kasus yang menyoroti pentingnya keamanan data pribadi dan bahaya kejahatan siber kini tengah diusut oleh Polres Sukabumi Kota.
Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Sukabumi, Firman Alamsyah Abdi Negara (43), menjadi korban dugaan penyalahgunaan data pribadi yang berujung pada status kredit macet di sistem pembiayaan.
Insiden ini memicu kekhawatiran dan menuntut penanganan serius dari aparat kepolisian.
Dalam prosesnya, penyidik mulai memanggil pihak-pihak yang dianggap mengetahui kronologi awal kejadian, termasuk mereka yang berkaitan dengan administrasi pembiayaan.
Langkah ini dilakukan untuk mengurai dugaan penggunaan data pribadi yang berujung pada tercatatnya nama korban dalam status kredit macet di sistem pembiayaan.
Firman mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik, baik sebagai pelapor maupun korban. Ia menyebut, penyidik saat ini masih memprioritaskan pendalaman keterangan dari saksi lain guna memperkuat konstruksi perkara.
“Saat ini penyidik masih memeriksa saksi-saksi yang dianggap mengetahui awal kejadian. Saya sendiri juga diperiksa sebagai pelapor maupun korban,” ujarnya, dilansir dari SukabumiUpdate -jaringan Suara.com, Kamis (23/4/2026).
Selain itu, Firman juga telah menyerahkan sejumlah dokumen tambahan kepada penyidik sebagai bahan pendukung dalam proses penyelidikan. Ia berharap bukti tersebut dapat membantu mengungkap fakta yang sebenarnya.
“Namun, saya sudah menyerahkan tambahan alat bukti kepada penyidik untuk membantu memperjelas perkara ini,” lanjutnya.
Baca Juga: 5 Fakta Terbaru Pemekaran Sukabumi Utara: Infrastruktur Siap, Pusat Jadi Kunci Utama
Di sisi lain, penyidik juga tengah menelusuri kemungkinan adanya pihak tertentu atau jaringan yang memanfaatkan data pribadi untuk kepentingan ilegal. Hingga saat ini, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dan proses pendalaman masih terus berlangsung.
Firman pun berharap kasus yang dialaminya segera menemukan titik terang dan pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum.
“Saya berharap kasus ini segera terungkap dan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum,” tandasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan terbaru penanganan perkara tersebut.
Sebelumnya, Firman Alamsyah Abdi Negara melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penyalahgunaan data pribadi ke Polres Sukabumi Kota setelah namanya tercatat sebagai kredit macet dalam sistem pembiayaan pada salah satu bank swasta. Laporan tersebut resmi diterima pada 10 April 2026.
Firman mengaku mengalami kerugian materi serta rusaknya reputasi kredit akibat persoalan tersebut. Ia menjelaskan, kasus ini bermula pada Agustus 2018 saat dirinya mengajukan pinjaman ke salah satu perusahaan leasing dengan jaminan BPKB sepeda motor Yamaha Jupiter Z.
Berita Terkait
-
5 Fakta Terbaru Pemekaran Sukabumi Utara: Infrastruktur Siap, Pusat Jadi Kunci Utama
-
Bela Kurir! Dipaksa Talangi COD, RS Malah Dituntut Rp8 Juta oleh Oknum yang Mengaku Pengacara
-
Asa DOB Kabupaten Sukabumi Utara Kembali Membara, Persyaratan Administrasi Tuntas di Tangan Pusat
-
Jalur Cikembar-Kiaradua Membara! Warga Protes Jalan Rusak 11 Km yang Tak Kunjung Diperbaiki
-
Stadion Suryakencana Sukabumi Rusak Parah Usai Konser, Rumput Hancur dan Sampah Menggunung
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Dari Modal Kecil Hingga Naik Kelas, BRI Dampingi Pelaku UMKM: Simak Karya Insan BRI M A Hasibuan
-
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ratusan Masker Gratis Dibagikan untuk Warga
-
Ambil Wudhu Berujung Duka, Remaja 18 Tahun Tenggelam di Sungai Citarum
-
5 Fakta Wartawan Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau
-
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, BRI Kian Agresif Perluas Akses Keuangan Masyarakat