Andi Ahmad S
Rabu, 22 April 2026 | 22:52 WIB
Ilustrasi jalan rusak di Sukabumi. [Gemini AI]
Baca 10 detik
  • Masyarakat di Kabupaten Sukabumi melakukan unjuk rasa menuntut perbaikan jalan rusak sepanjang 11 kilometer pada Rabu, 22 April 2026.
  • Massa memblokade ruas jalan Jampangtengah-Kiaradua menggunakan material kayu dan ban bekas yang dibakar sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas total.
  • Aksi tersebut dilakukan warga bersama elemen organisasi sebagai bentuk protes atas ketidakhadiran pihak dinas dalam agenda audiensi perbaikan jalan.

SuaraJabar.id - Frustrasi masyarakat terhadap kondisi Jalan Provinsi yang tak kunjung diperbaiki memuncak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Aksi unjuk rasa yang menuntut perbaikan ruas jalan Jampangtengah-Kiaradua memanas pada Rabu (22/4/2026).

Warga Pajampangan, bersama Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (JTM) dan GARIS, melakukan blokade jalan menggunakan material kayu serta ban bekas yang dibakar di tengah badan jalan.

Kepulan asap hitam membumbung tinggi, sementara arus lalu lintas dari dua arah lumpuh total selama kurang lebih 30 menit.

Aksi unjuk rasa ini adalah ekspresi puncak dari kegeraman warga atas kondisi jalan provinsi yang rusak parah dan telah berlangsung lama. Jalan yang rusak tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga dapat memicu kecelakaan lalu lintas, menghambat mobilitas ekonomi, dan mempersulit akses ke fasilitas penting seperti sekolah atau layanan kesehatan.

Massa berkumpul di Jalan Provinsi ruas Jampangtengah-Kiaradua, tepatnya di Kampung Sampora, Desa/Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (22/4/2026), bertepatan dengan agenda audiensi bersama dengan Dinas Bina marga, Dishub Jabar, Dishub Kabupaten serta Forkopimcam di aula kecamatan.

Dalam aksinya, para orator secara lantang menyuarakan tuntutan agar pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan rusak di sepanjang ruas Jalan Provinsi Jampangkulon-Kiaradua. Kerusakan jalan yang selama ini dikeluhkan warga disebut mencapai kurang lebih 11 kilometer dan dinilai telah lama menghambat aktivitas masyarakat.

“Kami menuntut pemerintah untuk segera melakukan perbaikan jalan dari mulai Cikembar sampai Kiaradua,” ujar Suparman selaku Koordinator Lapangan dalam aksi tersebut, dilansir dari SukabumiUpdate -jaringan Suara.com.

Suasana aksi semakin tegang ketika massa memblokade jalan dengan tumpukan kayu dan ban bekas yang kemudian dibakar di tengah jalan. Kobaran api di badan jalan membuat kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas, menyebabkan antrean panjang dan kemacetan selama sekitar 30 menit sebelum akhirnya blokade dibuka kembali oleh massa.

Baca Juga: Stadion Suryakencana Sukabumi Rusak Parah Usai Konser, Rumput Hancur dan Sampah Menggunung

Ketegangan juga terasa saat massa menyoroti minimnya kehadiran pihak dinas dalam audiensi yang digelar bersamaan dengan aksi.

“Jika aspirasi kita tidak didengar hari ini maka kita akan turun dengan kekuatan massa yang lebih besar, maka dari itu, kami dari Paguyuban Jampang Tandang Makalangan sudah melakukan audiensi dengan dinas terkait namun sangat disayangkan hanya satu Dinas yang kami undang yakni Dinas ESDM Provinsi Jabar yang tidak ikut hadir dalam audiensi,” tegas dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ruas jalan rusak yang menjadi sorotan warga tersebut membentang sepanjang kurang lebih 11 kilometer dan hingga kini masih menjadi keluhan utama masyarakat di wilayah Pajampangan.

Load More