- Pihak kontraktor dan subkontraktor di Kabupaten Sukabumi mencapai kesepakatan pelunasan pembayaran proyek pembangunan Gedung MUI pada 16 April 2026.
- Subkontraktor akan membuka segel gedung pada 14 April 2026 setelah tercapai kesepakatan penyelesaian masalah pembayaran dengan kontraktor utama.
- Panitia pembangunan menegaskan proyek gedung masih berjalan dan kondisi keuangan tetap aman meski terjadi kendala administrasi teknis.
SuaraJabar.id - Kabar baik datang dari Kabupaten Sukabumi. Polemik panjang terkait penyegelan proyek pembangunan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, yang sempat menjadi sorotan publik, akhirnya menemui titik terang.
Melalui proses mediasi yang sukses digelar di Kantor Sekretariat MUI Kabupaten Sukabumi, Senin (13/4/2026) sore, para pihak terkait telah mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan pembayaran dalam waktu dekat.
Dalam konferensi pers usai mediasi, perwakilan subkontraktor, Agus Pratama Ibrahim, Direktur CV Ellegar Pratama Mandiri, menyampaikan bahwa telah tercapai kesepakatan dengan pihak pelaksana proyek terkait sisa pembayaran pekerjaan paving block.
“Sudah ada kesepakatan antara saya dengan pihak kontraktor, di mana pihak kontraktor sanggup melunasi sisa pembayaran pada hari Kamis, 16 April 2026,” ujarnya, kepada Sukabumiupdate.com -jaringan Suara.com, Senin (13/04/2026).
Agus menambahkan, sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, dirinya akan membuka segel bangunan pada Selasa 14 April 2026, yang sebelumnya telah ia segel pada Sabtu 11 April 2026. Namun, ia menegaskan akan kembali melakukan penyegelan jika kesepakatan tidak dipenuhi.
“Apabila dalam perjanjian ini tidak terealisasi, maka hari Jumat saya akan melakukan penyegelan kembali dan menempuh langkah hukum,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa persoalan ini murni antara dirinya sebagai subkontraktor dengan kontraktor utama, dan tidak berkaitan langsung dengan MUI.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan Gedung MUI, Afrizal Adhi Permana, mengatakan bahwa mediasi dilakukan untuk meluruskan berbagai polemik yang berkembang di masyarakat, termasuk isu pembangunan mangkrak.
Ia menegaskan bahwa proyek tersebut masih berjalan dan belum dapat dikategorikan sebagai mangkrak.
Baca Juga: 5 Fakta Miris di Balik Polemik Pembangunan Gedung MUI Sukabumi yang Bikin Geleng-geleng Kepala
“Proses evaluasi masih berjalan dan pembangunan juga masih berjalan. Jadi belum bisa dinyatakan mangkrak,” ujarnya.
Afrizal juga memastikan bahwa kondisi keuangan proyek masih aman. Ia membantah isu yang menyebut anggaran telah habis.
“Keuangan masih aman, tidak benar jika dikatakan sudah habis,” kata dia.
Terkait keterlambatan pembayaran kepada subkontraktor, Afrizal menyebut hal itu berkaitan dengan proses evaluasi administrasi yang tengah berlangsung.
Dari sisi teknis, Konsultan Pengawas Pembangunan, Endang Mulyana, menjelaskan bahwa proyek Gedung MUI berjalan dalam dua tahap. Pada evaluasi awal, progres pekerjaan tercatat sebesar 75,95 persen.
Namun, berdasarkan hasil evaluasi, kontraktor dinilai tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang ditentukan dalam kontrak, sehingga dilakukan pemutusan kontrak.
Berita Terkait
-
5 Fakta Miris di Balik Polemik Pembangunan Gedung MUI Sukabumi yang Bikin Geleng-geleng Kepala
-
Gedung MUI Kabupaten Sukabumi Disegel: Kontraktor Klaim Belum Dibayar, MUI Sebut Sudah Lunas
-
Tabrakan Maut Dua Motor di Pantai Ujunggenteng Sukabumi, Agus Gunawan Tutup Usia
-
Ada Apa di Balik Penyegelan Aset PT BBP? Konflik Tambang Emas Selatan Sukabumi Memuncak
-
Ramai Disorot, Proyek Gedung MUI Sukabumi Rp3 Miliar Disebut Lambat, Ini Penjelasan di Baliknya
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
QLola by BRI Berikan Layanan Menarik, Dukung Pengelolaan Payroll Perusahaan Lebih Tertata
-
Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
-
Proyek Tol Menuju Palabuhanratu Ditunda: Ini 7 Fakta di Balik Batalnya Tol Jagoratu 2026
-
Sapi Kurban Asal Depok Mengamuk di Sukabumi, Kabur ke Hutan hingga Dikepung Warga
-
Proyek Tol Menuju Palabuhanratu Sukabumi Batal Mulai Tahun Ini