- Warga Kelurahan Kayumanis menolak pembangunan proyek Pembangkit Sampah Energi Listrik yang direncanakan oleh Pemerintah Kota Bogor pada Mei 2026.
- Masyarakat khawatir akan dampak negatif pencemaran udara, polusi bau, serta terganggunya kenyamanan lingkungan hidup di sekitar lokasi proyek tersebut.
- Warga menuntut jaminan hukum tertulis serta transparansi dokumen lingkungan dan audit teknologi sebelum melanjutkan rencana pembangunan PSEL tersebut.
SuaraJabar.id - Rencana besar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam membangun Pembangkit Sampah Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kelurahan Kayumanis kembali membentur tembok tebal.
Dalam sosialisasi terbaru yang digelar di RW 11 Sumurwangi Lamping pada Minggu pagi (24/5/2026) lalu, warga secara tegas menyatakan keberatan mereka terhadap megaproyek tersebut.
Suasana forum yang seharusnya menjadi ajang edukasi justru berlangsung tegang setelah sejumlah tokoh masyarakat menyuarakan keraguan mereka atas janji-janji manis teknologi ramah lingkungan yang dipaparkan pemerintah.
Tokoh masyarakat Sumurwangi Lamping, Bapak Ezam, menjadi garda terdepan dalam menyampaikan kegelisahan warga. Menurutnya, masyarakat tidak butuh sekadar presentasi lisan, melainkan komitmen nyata yang memiliki kekuatan hukum.
“Kami menolak pembangunan PSEL di wilayah ini. Kalau memang pemerintah tetap ingin melaksanakan pembangunan, maka pemerintah harus berani bertanggung jawab secara tertulis di atas kertas bahwa ke depan tidak akan ada bau maupun dampak lingkungan terhadap warga,” tegas Bapak Ezam di hadapan para pejabat Pemkot Bogor.
Ezam menambahkan bahwa warga merasa trauma dengan janji-janji pembangunan yang sering kali mengabaikan aspek kesehatan jangka panjang bagi pemukiman yang berada di garis terdepan lokasi proyek.
Penolakan warga bukan tanpa alasan teknis. Berdasarkan aspirasi yang berkembang dalam pertemuan tersebut, terdapat tiga poin utama yang menjadi kekhawatiran warga RW 11 Kayumanis:
- Pencemaran Udara: Emisi dari proses pengolahan sampah dikhawatirkan menurunkan kualitas udara di sekitar pemukiman.
- Polusi Bau: Dampak aroma tidak sedap dari aktivitas truk pengangkut sampah yang akan melintas setiap hari.
- Kenyamanan Lingkungan: Terganggunya ketenangan wilayah yang selama ini jauh dari kebisingan industri pengolahan limbah.
Warga menuntut transparansi total mengenai dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan meminta dilibatkan dalam setiap proses audit teknologi yang akan digunakan.
Di sisi lain, perwakilan Pemerintah Kota Bogor menjelaskan bahwa PSEL merupakan solusi permanen atas darurat sampah yang menghantui Kota Hujan. Proyek ini diklaim menggunakan teknologi terbaru yang telah sukses diterapkan di berbagai negara maju tanpa menimbulkan gangguan bagi warga sekitar.
Baca Juga: Belum Ada One Way dan Ganjil Genap, Arus Lalu Lintas Jalur Puncak Rabu Siang Masih Normal
Pemkot Bogor menyebut PSEL sebagai bagian dari modernisasi tata kelola kota yang ramah lingkungan dan mampu mengubah beban sampah menjadi sumber energi listrik yang bermanfaat bagi publik.
Hingga kegiatan sosialisasi berakhir, belum tercapai titik temu antara keinginan warga dengan rencana pemerintah.
Berita Terkait
-
Belum Ada One Way dan Ganjil Genap, Arus Lalu Lintas Jalur Puncak Rabu Siang Masih Normal
-
Klarifikasi Polres Bogor Soal Video Viral Pemeriksaan Saksi: Ini 7 Fakta di Balik Kejadian
-
Viral Video Pemeriksaan Saksi di Rumah, Polres Bogor: Sesuai Prosedur dan Mandat Jaksa
-
Tambang Emas Ilegal di Cigudeg dan Tanjungsari Bogor Disegel
-
Tak Pakai Rompi Tahanan dan Bawa Mobil Pribadi, Sidang Kasus Kepabeanan di PN Cibinong Disorot
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Babak Baru Polemik Jabatan Sekda Kota Tangsel, Ansor Jalani Persidangan di PTUN
-
Bandara Husein Sastranegara Segera Aktif Lagi, Farhan Sebut Bakal Layani 11 Rute
-
Siap-Siap! Pemkab Bekasi Gelar Operasi Pajak Gabungan di Tambun Utara, Blokir STNK Penunggak?
-
Mobilitas Kian Padat, Hyundai New Creta Hadirkan Kabin Nyaman untuk Temani Setiap Perjalanan
-
Perkuat Bukti Siksaan 3 Tahun Taufik Hidayat, Polda Jabar Periksa Maraton 31 Saksi