- Pemerintah pusat resmi menunda proyek pembangunan Tol Jagoratu sepanjang 34 kilometer di Kabupaten Sukabumi karena pergeseran anggaran.
- Pemerintah kini memprioritaskan penyelesaian proyek Tol Bocimi hingga Bandung dibandingkan pembangunan akses baru menuju wilayah Palabuhanratu tersebut.
- Pemkab Sukabumi tetap berupaya mencari investor swasta melalui skema kerja sama untuk melanjutkan pembangunan proyek tol tersebut.
SuaraJabar.id - Kabar kurang sedap datang bagi warga Sukabumi Selatan yang menantikan akses jalan tol. Rencana pembangunan Tol Palabuhanratu atau yang akrab disebut Tol Jagoratu (Jakarta-Bogor-Palabuhanratu) resmi mengalami penundaan.
Proyek yang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan jalur nasional ini dipastikan tidak akan mulai konstruksi dalam waktu dekat.
Berikut adalah 7 fakta penting di balik penundaan proyek Tol Jagoratu yang perlu Anda ketahui:
1. Resmi Masuk Daftar Penundaan Pemerintah Pusat
Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengonfirmasi bahwa Tol Jagoratu kini masuk dalam daftar proyek infrastruktur yang ditunda. Proyek sepanjang kurang lebih 34 kilometer ini direncanakan menghubungkan wilayah Cibadak (ujung Tol Bocimi Seksi 2) langsung menuju jantung Palabuhanratu.
2. Dampak Pergeseran Fokus Anggaran Era Presiden Prabowo
Semula, konstruksi fisik Tol Jagoratu direncanakan mulai berjalan pada tahun 2025 atau awal 2026. Namun, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menjelaskan bahwa terjadi pergeseran fokus anggaran di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Alokasi dana kini diprioritaskan untuk program strategis lainnya.
3. Pemerintah Fokus Selesaikan Tol Bocimi hingga Bandung
Alih-alih membangun jalur baru ke Palabuhanratu, pemerintah pusat memilih untuk menuntaskan jaringan utama Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi). Prioritas saat ini adalah menyelesaikan Seksi 3 dan berlanjut ke Seksi 4 menuju Cianjur hingga tembus ke Bandung Barat. Jalur ini dinilai lebih krusial untuk menghubungkan pusat ekonomi utama Jawa Barat.
Baca Juga: Proyek Tol Menuju Palabuhanratu Sukabumi Batal Mulai Tahun Ini
4. Warisan Rencana Ambisius Era Jokowi
Rencana percepatan tol ini sebenarnya dimulai pada tahun 2022 di era Presiden Joko Widodo. Saat itu, pemerintah menargetkan percepatan jadwal pembangunan dari rencana awal tahun 2035 menjadi tahun 2025. Proyek ini bahkan sempat berganti nama dari Tol Cibaratu (Cibadak-Palabuhanratu) menjadi bagian dari koridor Jagoratu.
5. Melintasi 5 Kecamatan dan 19 Desa
Berdasarkan perencanaan teknis, tol ini dirancang membentang di 19 desa yang tersebar di lima kecamatan, yaitu:
- Nagrak
- Cibadak
- Warungkiara
- Bantargadung
- Palabuhanratu
Rencana awal mencakup pembangunan simpang susun di Warungkiara dan Bantargadung guna mempermudah akses warga lokal.
6. Pemkab Sukabumi Berharap pada Investor Swasta
Berita Terkait
-
Proyek Tol Menuju Palabuhanratu Sukabumi Batal Mulai Tahun Ini
-
Dibesarkan di Ujungberung, Sapi Khas Jawa Tengah Ini Dipilih Presiden untuk Idul Adha
-
Mayor, Sapi Jumbo Milik Peternak KBB yang Dibeli Prabowo untuk Kurban
-
Mengenal 'Predator', Sapi Simental 1,1 Ton Milik Presiden Prabowo untuk Warga Sukabumi
-
Daftar Lengkap 5 Kapolda Baru yang Resmi Dilantik Kapolri Hari Ini
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Antisipasi Politik Uang dan Konflik, 600 Polisi Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Cianjur
-
Tak Lagi Bergantung pada DNA Salmon, PDRN Nabati Jadi Inovasi Baru Industri Skincare
-
Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat
-
Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer
-
Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan