Andi Ahmad S
Kamis, 28 Mei 2026 | 16:43 WIB
Ilustrasi Sapi Ngamuk. [Suara.com/DOk. Pemprov DKI]
Baca 10 detik
  • Seekor sapi kurban milik Yayasan Al-Kamilah lepas dan melarikan diri saat diturunkan dari truk di Desa Mekarjaya, Selasa (26/5/2026).
  • Pencarian sempat dihentikan pada malam hari karena medan sulit, namun berlanjut hingga Rabu pagi berkat bantuan media sosial.
  • Sapi ditemukan di Sungai Citarik pada Rabu pukul 09.00 WIB dan langsung disembelih di tempat karena kondisi darurat.

SuaraJabar.id - Suasana tenang di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, mendadak geger. Seekor sapi yang dipersiapkan untuk ibadah kurban pada Idul Adha 2026 dilaporkan lepas dan melarikan diri ke area perkebunan warga, memicu aksi pencarian massal sejak Selasa sore hingga Rabu pagi (27/5/2026).

Insiden ini mengundang perhatian luas dari masyarakat setempat karena tenaga ekstra yang harus dikeluarkan untuk melacak keberadaan hewan tersebut di medan yang sulit.

Kepala Desa Mekarjaya, Soleh Komarudin, mengonfirmasi peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB pada Selasa (26/5). Sapi tersebut merupakan bagian dari rombongan hewan kurban yang didatangkan dari wilayah Depok untuk Yayasan Al-Kamilah.

Ketegangan bermula saat petugas hendak menurunkan sapi dari atas truk pengangkut. Diduga stres setelah perjalanan jauh, sapi tersebut mendadak agresif.

“Pas mau diturunin, sapinya langsung loncat dan lepas begitu saja. Karena kondisinya panik, sapi itu lari sangat kencang ke arah kebun dan masuk ke semak-semak yang cukup rimbun,” ungkap Soleh Komarudin, dilansir dari SukabumiUpdate -jaringan Suara.com, Kamis (28/5/2026).

Soleh menjelaskan, titik awal kaburnya sapi tersebut berada tepat di halaman masjid wilayah Desa Mekarjaya. Sejumlah warga bersama panitia kurban langsung bahu-bahu melakukan penyisiran ke dalam area hutan dan perkebunan hingga pukul 21.00 WIB.

Namun, lantaran kondisi medan yang sudah gelap gulita dan minim pencahayaan, proses pencarian terpaksa dihentikan sementara pada malam hari demi keselamatan warga.

“Dikejar sampai jam 9 malam, enggak ketemu karena gelap,” ujarnya.

Pascapelaksanaan salat Idul Adha, Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Guna mempercepat penemuan, Soleh berinisiatif memanfaatkan kekuatan media sosial dengan menyebarkan informasi lepasnya sapi tersebut ke grup-grup Facebook lokal.

Baca Juga: Proyek Tol Menuju Palabuhanratu Sukabumi Batal Mulai Tahun Ini

Strategi digital itu terbukti ampuh. Tidak butuh waktu lama, seorang warga melaporkan melihat jejak kaki sapi yang mencurigakan mengarah ke batas desa. Tim gabungan langsung bergerak menyusul indikasi petunjuk tersebut.

Sekitar satu jam berselang, tepat pukul 09.00 WIB, sapi tersebut akhirnya berhasil dikepung di sekitar aliran Sungai Citarik, yang merupakan kawasan perbatasan antara Desa Mekarjaya dengan Desa Tugubandung.

“Jam 9-an sudah ketemu dan langsung disembelih di tempat karena darurat,” ucap Soleh.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sapi tersebut merupakan hewan kurban titipan dari seorang donatur asal Jakarta yang disalurkan melalui Yayasan Al-Kamilah.

Pihak desa menduga sapi mengalami stres setelah perjalanan jauh dari tempat asalnya sehingga menjadi liar saat hendak diturunkan.

“Sapinya memang sempat mengamuk, sepertinya dari ras luar yang sensitif,” tambahnya.

Load More