Andi Ahmad S
Kamis, 16 April 2026 | 22:57 WIB
Ilustrasi Longsor di Sukabumi. ANTARA/Ilham Nugraha.
Baca 10 detik
  • Bencana tanah longsor melanda Kampung Griya Sukamaju, Sukabumi pada Kamis, 16 April 2026 akibat curah hujan yang intens.
  • Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga bernama Afni Nopianti meninggal dunia serta menyebabkan kerusakan berat pada satu rumah.
  • Tim gabungan telah melakukan evakuasi korban dan pembersihan material longsor serta mengimbau warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan.

SuaraJabar.id - Sebuah kabar duka kembali menyelimuti Kabupaten Sukabumi. Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kecamatan Sukalarang pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Peristiwa tragis tersebut tidak hanya mengakibatkan seorang warga meninggal dunia, tetapi juga merusak satu unit rumah. Insiden ini menjadi pengingat pahit akan bahaya bencana alam dan pentingnya kewaspadaan di tengah musim hujan yang intens.

Tebing sepanjang kurang lebih 10 meter dengan tinggi 8 meter dilaporkan longsor dan menimpa area permukiman warga di Kampung Griya Sukamaju RT 01 RW 02, Desa Sukamaju.

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan peristiwa itu menelan satu korban jiwa atas nama Afni Nopianti (30), seorang perempuan warga setempat. Selain itu, satu unit rumah mengalami kerusakan berat akibat tertimbun material longsoran.

“Akibat hujan deras yang berlangsung cukup lama, tebing sepanjang 10 meter dengan tinggi 8 meter longsor dan menimpa permukiman warga. Satu orang meninggal dunia atas nama AN (30),” ujar Daeng, kepada Sukabumiupdate.com -jaringan Suara.com, Kamis (16/04/2026).

Ia menjelaskan, terdapat satu kepala keluarga dengan dua jiwa yang terdampak dan terancam akibat kejadian tersebut. Sementara itu, satu keluarga lainnya terpaksa mengungsi demi keselamatan.

Petugas gabungan yang terdiri dari P2BK, Pol PP, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Tagana telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan evakuasi korban serta material longsoran.

“Tim sudah melakukan assessment ke lokasi, berkoordinasi dengan ketua RT setempat, serta langsung melakukan evakuasi korban dan pembersihan material longsoran,” katanya.

Hingga saat ini, material longsoran masih belum sepenuhnya dievakuasi. BPBD Kabupaten Sukabumi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Selain itu, kebutuhan mendesak saat ini berupa material bangunan untuk penanganan rumah warga yang terdampak.

Baca Juga: Aset Perusahaan Laku Terjual, Tapi Pesangon Eks Karyawan PT TML Sukabumi Tak Kunjung Cair

Peristiwa ini merupakan kejadian yang kedua kalinya. Sebelumnya, insiden serupa juga pernah terjadi di lokasi tersebut pada Sabtu (11/4/2026), ketika hujan deras memicu bencana longsor di Kampung Griya Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang. Tebing setinggi sekitar 15 meter ambrol dan menghantam sebuah rumah warga.

Material longsor berupa tanah dan bebatuan meluncur deras, menghantam dinding belakang rumah hingga jebol. Dalam sekejap, bagian dalam rumah dipenuhi timbunan tanah dan batu, menciptakan kepanikan bagi penghuni yang berada di dalamnya.

Load More