- Bencana tanah longsor melanda Kampung Griya Sukamaju, Sukabumi pada Kamis, 16 April 2026 akibat curah hujan yang intens.
- Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga bernama Afni Nopianti meninggal dunia serta menyebabkan kerusakan berat pada satu rumah.
- Tim gabungan telah melakukan evakuasi korban dan pembersihan material longsor serta mengimbau warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan.
SuaraJabar.id - Sebuah kabar duka kembali menyelimuti Kabupaten Sukabumi. Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kecamatan Sukalarang pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Peristiwa tragis tersebut tidak hanya mengakibatkan seorang warga meninggal dunia, tetapi juga merusak satu unit rumah. Insiden ini menjadi pengingat pahit akan bahaya bencana alam dan pentingnya kewaspadaan di tengah musim hujan yang intens.
Tebing sepanjang kurang lebih 10 meter dengan tinggi 8 meter dilaporkan longsor dan menimpa area permukiman warga di Kampung Griya Sukamaju RT 01 RW 02, Desa Sukamaju.
Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan peristiwa itu menelan satu korban jiwa atas nama Afni Nopianti (30), seorang perempuan warga setempat. Selain itu, satu unit rumah mengalami kerusakan berat akibat tertimbun material longsoran.
“Akibat hujan deras yang berlangsung cukup lama, tebing sepanjang 10 meter dengan tinggi 8 meter longsor dan menimpa permukiman warga. Satu orang meninggal dunia atas nama AN (30),” ujar Daeng, kepada Sukabumiupdate.com -jaringan Suara.com, Kamis (16/04/2026).
Ia menjelaskan, terdapat satu kepala keluarga dengan dua jiwa yang terdampak dan terancam akibat kejadian tersebut. Sementara itu, satu keluarga lainnya terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Petugas gabungan yang terdiri dari P2BK, Pol PP, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Tagana telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan evakuasi korban serta material longsoran.
“Tim sudah melakukan assessment ke lokasi, berkoordinasi dengan ketua RT setempat, serta langsung melakukan evakuasi korban dan pembersihan material longsoran,” katanya.
Hingga saat ini, material longsoran masih belum sepenuhnya dievakuasi. BPBD Kabupaten Sukabumi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Selain itu, kebutuhan mendesak saat ini berupa material bangunan untuk penanganan rumah warga yang terdampak.
Baca Juga: Aset Perusahaan Laku Terjual, Tapi Pesangon Eks Karyawan PT TML Sukabumi Tak Kunjung Cair
Peristiwa ini merupakan kejadian yang kedua kalinya. Sebelumnya, insiden serupa juga pernah terjadi di lokasi tersebut pada Sabtu (11/4/2026), ketika hujan deras memicu bencana longsor di Kampung Griya Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang. Tebing setinggi sekitar 15 meter ambrol dan menghantam sebuah rumah warga.
Material longsor berupa tanah dan bebatuan meluncur deras, menghantam dinding belakang rumah hingga jebol. Dalam sekejap, bagian dalam rumah dipenuhi timbunan tanah dan batu, menciptakan kepanikan bagi penghuni yang berada di dalamnya.
Berita Terkait
-
Aset Perusahaan Laku Terjual, Tapi Pesangon Eks Karyawan PT TML Sukabumi Tak Kunjung Cair
-
Garis Kuning Terpasang! Praktik Tambang Emas Ilegal di Cibitung Akhirnya Disikat
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar
-
5 Fakta Miris di Balik Polemik Pembangunan Gedung MUI Sukabumi yang Bikin Geleng-geleng Kepala
-
Gedung MUI Kabupaten Sukabumi Disegel: Kontraktor Klaim Belum Dibayar, MUI Sebut Sudah Lunas
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Ibu Tiri Usia 19 Tahun di Bekasi Siksa Anak Sambungnya Hingga Tewas
-
Pemprov Jabar Resmi Kawinkan 13 SMK Maung dengan Puluhan Industri
-
Ogah Buru-buru Aktifkan SPP SMA/SMK, Dedi Mulyadi Pilih Benahi Pengelolaan Dana BOS
-
Dari Negeri Rantau ke Pesisir Indramayu, Rosyidah Bangun Usaha Olahan Laut Bersama BRI
-
Usai Habisi Yani di Kebun Jati Sagaranten, Pelaku Delon Jampank Sempat Unggah Video Penemuan Mayat