Lokasinya berada di tengah hutan sehingga stamina yang prima sangat diperlukan jika ingin mengunjungi Curug Bandung. Curug ini tepatnya berada di Desa Mekarbuana, Tegalwaru, Kabupaten Karawang.
4. Danau Cipule
Dulunya kawasan ini hanyalah lahan penambang pasir, namun dikembangkan menjadi objek wisata terbaru di Karawang. Danau buatan ini kerap digunakan sebagai tempat lomba dayung berlangsung.
Pada 2006 silam, perlombaan dayung kelas Junior se-ASEAN diselenggarakan di sini. Pemandangan disekitarnya sangat indah. Kamu bisa bersantai ditepian danau menikmati semilir angin dan sejuknya udara Danau Cipule. Letak Danau Cipule berada di Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.
5. Curug Cigentis
Curug Cigentis merupakan curug yang memiliki pesona air terjun dengan ketinggian sekitar 25 meter. Curug ini berada di kawasan Gunung Sanggabuana sehingga memiliki udara yang begitu sejuk. Curug Cigentis kerap kali dijadikan sebagai tempat hiking maupun bersepeda.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG 2 November: Bekasi-Karawang
Tidak hanya menawarkan pemandangan air terjun yang memesona, rimbunnya pepohonan hijau yang ada juga bisa kamu nikmati. Air jernih dan suasana yang asri, dijamin akan membuat kamu betah berlama lama di Curug satu ini. Letak curug ini ada di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang.
6. Candi Jiwa
Candi Jiwa merupakan wisata sejarah dengan lokasi tidak jauh dari garis pantai utara Jawa Barat. Beberapa keunikan dari candi ini adalah dimulainya penelitian pada tahun 1922 berdasarkan laporan masyarakat.
Candi ini memiliki bentuk seperti padma atau bunga teratai dengan bagian tengahnya juga ada denah struktur melingkar seperti bekas stupa atau lapik patung Buddha. Lokasi dari Candi Jiwa ini berada di Desa Segaran Kecamatan Batujaya dan Desa Tegaljaya Kecamatan Pakisjaya. Kamu sebaiknya berkunjung pada sore hari karena pemandangan sekitar juga terlihat indah.
7. Vihara Sian Djin Ku Po
Dulu Vihara Sian Djin Ku Po ini merupakan tempat rombongan Tionghoa yang mendarat dari Teluk Ujung Karawang. Rombongan tersebut lalu menuju Muara Cabangbungin, Bekasi dan menyusuri sungai Citarum.
Vihara ini didirikan tahun 1770 oleh rombongan dan kebanyakan mereka memang memiliki marga Tjiong, Khouw, dan Lauw. Rombongan ini juga membawa abu luhur mereka yang disebut Sian Djin Ku Poh yang kemudian dijadikan nama vihara.
Baca Juga: Miris, Petambak Garam di Karawang Tak Nikmati Momentum Tingginya Harga Garam
Pihak pengelola juga sering mengadakan acara besar seperti hari ulang tahun vihara, upacara pergantian tahun baru hingga atraksi barongsai. Letak dari Vihara Sian Djin Ku Po ini adalah di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Karawang, atau sekitar 4 km dari pusat kota Karawang.
Berita Terkait
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga
-
7 Tempat Wisata di Malang, Liburan Seru Sambil Menikmati Udara Sejuk
-
8 Rekomendasi Tempat Wisata di Solo, Kunjungi Bersama Keluarga saat Pulang Kampung
-
6 Destinasi Wisata di Semarang, Lengkap dengan Harga Tiket Masuk
-
Mudik ke Wonosobo? Ini 5 Destinasi Wajib untuk Wisata Bareng Keluarga
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar