SuaraJabar.id - Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi sasaran keberingasan tentara Belanda puluhan tahun lalu. Pembantaian dan pembakaran rumah pernah terjadi di sana saat Belanda belum terusir oleh Jepang.
Puluhan warga dihabisi secara keji. Mereka digiring ke sebuah bukit hingga dihabisi satu per satu. Sementara rumah-rumah warga dibumihanguskan dengan cara dibakar secara tiba-tiba.
Peristiwa kelam itu jadi kenangan pahit bagi para orang tua di Desa Cijambu yang ketika itu menjadi saksi berapa kejamnya para serdadu Belanda.
Di antaranya Aki Tata (104) dan Emak Ani (90) masih ingat betul peristiwa yang diperkirakan terjadi tahun 1930-an itu.
Para serdadu Belanda tiba di Kampung Pasirtarasi yang didiami Abah Tata saat matahari mulai terbit. Mereka langsung menyantroni rumah-rumah warga. Ia tak ingat betul, namun ada seseorang yang dicari. Ketika itu ia tengah mengembala kerbau miliknya.
"Waktu itu usia abah masih 20 tahun. Lagi ngurus kerbau," tutur Aki Tata kepada Suara.com, belum lama ini.
Ia menyaksikan ketika para serdadu Belanda memerintahkan warga untuk keluar rumah. Mereka mencari seseorang yang menjadi incaran Belanda. Tak jarang balasan warga dibalas dengan tendangan hingga timah panas.
Amuk tersebut tak hanya berhenti di sana. Rumah warga dibakar. Sejumlah warga yang ikut dibawa kemudin dibariskan di sebuah medan yang agak tinggi. Ia tak tahu percis jumlahnya, namun diperkirakan puluhan.
Para serdadu Belanda itu kemudian membawa dan menggiring beberapa warga lokal yang ditangkap dari wilayah Cipongkor lain seperti Pasir Tarasi, Pasir Pici, Ciparikaler ke sebuah bukit yang berada di wilayah tersebut.
Baca Juga: Cium Bau Mencurigakan, Petugas Kebersihan Terkejut Temukan Ini di Gorong-gorong
Tepatnya Bukit atau Pasir Kentit yang berada di Kampung Ciparigirang, Desa Cijambu yang bersebelahan dengan sebuah rumah panggung yang kini dtinggali Emak Ani.
"Zaman Belanda yang dibawa itu dibunuhnya di pasir (Pasir Kentit)," ucap Aki Tata.
Ia pun bercerita betapa kejinya para serdadu Belanda kalau itu. Warga-warga yang dikumpulkan kemudian digiring ke Pasir Kentit. Semuanya mendapat siksaan, hingga tewas dibunuh.
Namun, Abah Tata masih ingat ada dua orang yang selamat dari peristiwa itu.
Seingatnya namanya Sukroni dan Udi. Keduanya selamat setelah berpura-pura mati di bawah tumpukan warga yang sudah meninggal dan lompat ke sebuah jurang yang dangkal dan dipenuhi dedaunan.
"Pokoknya mah biadab.Yang dibawa ke pasir itu sisa 2 orang yang selamat," ucap Aki Tata.
Berita Terkait
-
Terungkap, Alasan Ganda Thom Haye Absen di Laga Krusial Persib vs Borneo FC
-
Marc Kok: Persib Takkan Mudah Bungkam Borneo FC di Samarinda
-
Umuh Muchtar Bangga Tiga Pemain Persib Dipanggil Timnas Indonesia
-
DPR Dorong STIA LAN Bandung Bangun Laboratorium AI dan Big Data untuk Cetak ASN Digital
-
Duel Puncak Klasemen, Marc Klok Nilai Laga Persib vs Borneo FC Seperti Final
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Antara Hidup dan Mati di Yahukimo: Kepulangan Pilu Lima Warga Sumedang yang Terjebak Janji Palsu
-
Ikan Nila Mentah Berdarah di Meja Siswa: Skandal MBG di Sukabumi Berujung Sanksi Tegas
-
Mudik Tak Lagi Riuh: Potret Lesu Terminal Sukabumi di Tengah Gempuran Ekonomi dan Travel Gelap
-
Jalan Ninja Hindari Macet Cibadak: Catat Titik Masuk dan Aturan Main Tol Bocimi Seksi 3
-
BRI Jaga Kelancaran Transaksi Selama Libur Idul Fitri 1447 H dengan Layanan Cabang Selektif