Untungnya, Aki Tata selamat dari peristiwa keji puluhan tatu lalu yang sulit untuk dilupakannya. Ia dan warga lainnya yang selamat ketika itu bersembunyi di sebuah gua yang tak diketahui serdadu Belanda.
Cerita kelam bumi hangus dan pembantaian pilihan tahun lalu juga disaksikan Emak Ani. Kala itu usianya masih sekitar 7 tahun.
Ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Meski usianya masih belia, kejadian kelam tersebut masih terpatri dalam ingatannya.
Ia bersama Aki Tata menjadi seorang saksi yang masih hidup di usia senjanya. Menurut Emak Ani, para serdadu Belanda mendatangi satu per satu rumah warga untuk mencari seseorang yang bernama Abun.
Namun tidak ada warga yang mengaku bernama Abun. Abun sendiri bernasib malang ketika itu. Ia ditembak mati meskipun berkelit dan mengaku bernama Kardi.
Serdadu Belanda pun semakin beringas. Salah satu yang diingatnya ketika itu ada rumah seorang pemuka agama yang disantroni rumahnya.
"Nuju solat subuh ajengan (lagi salat subuh pemuka agama) digedor. Pas dibuka panto, diseret digorok sama mertuanya (Dibuka pintu, diseret, digorok dengan mertuanya)," kisah Emak Ani.
Suasana di kampungnya semakin mencekam. Warga yang ketakutan terus berteriak histeris.
Tak ada perlawanan berarti ketika itu, sebab kedatangan serdadu Belanda itu bak serangan fajar dengan bersenjata lengkap.
Melawan sedikit, siksaan hingga pembunuhannya yang diterima warga.
Baca Juga: Cium Bau Mencurigakan, Petugas Kebersihan Terkejut Temukan Ini di Gorong-gorong
"Kalau melawan disika lalu dibunuh. Ada yang kepalanya diinjak, lalu ditembak," ucap Emak Ani.
Sementara Ani kecil dibawa orang tuanya yang bersembunyi bersama warga kampung lain di kebun bambu pinggir sisi sawah, sehingga ia masih hidup hingga Indonesia merdeka.
Peristiwa keji tersebut tetap dikenang dengan pendirian Tugu Perjuangan Rakyat Cipongkor di lokasi kejadian. Tugu itu berbentuk bambung runcing itu berada di sebuah pelataran yang tinggi.
Pada tugu tertulis keterangan peresmiannya, 20 Januari 1984 oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Bandung H Sani Lupias Abdurrachman yang tepat berada di dekat rumah yang kini ditinggali Emak Ani.
Tak hanya tugu, tembok pelatarannnya juga dihiasi relief atau pahatan yang menggambarkan secara singkat adegan eksekusi yang terjadi puluhan tahun lalu.
Di antaranya ada sosok yang tangannya terikat membelakangi sosok dengan kepala mengenakan baret dan menodongkan senjata api.
Ada pula pahatan sosok dengan mimik menjerit sambil memegangi dadanya yang terluka.
Berita Terkait
-
Persija Tantang Persib di Semifinal Piala Presiden 2026, STY Utamakan Proses Ketimbang Gelar
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Persib Bandung vs Persija Jakarta, El Clasico di Piala Presiden
-
Pemain Liga Inggris Rp596 M Punya Nenek Kelahiran Semarang, Bisa Dinaturalisasi?
-
Proyek PSEL Legok Nangka Dimulai, Ditarget Sulap 2.131 Ton Sampah Bandung Jadi Listrik
-
Terpikat Mantan Bek Persib Federico Barba, Filippo Inzaghi: Jaminan Palermo Promosi
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Kebakaran di Alun-alun Suryakencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Lima Hari
-
Pria di Kota Banjar Ditemukan Meninggal dengan Luka Tusuk, Polisi Selidiki Penyebabnya
-
The Caffeine Club Hadir di Bandung, Bisa Ngopi Setiap Hari Selama Sebulan
-
Persib Gagal Juara Piala Presiden 2026, Igor Tolic Apresiasi Perjuangan Pemain
-
Tragedi Kebakaran di Sukabumi, Tewaskan 3 Bocah Bersaudara