SuaraJabar.id - Sejarah Kabupaten Ciamis. Sejarah-sejarah tersebut ditemukan pada naskah Carios Wiwitan, Wawacan Sajarah Galuh, Ciung Wanara, Sajarah Bogor, dan lain sebagainya. kerajaan Galuh terletak di Brebes.
Kerajaan Galuh banyak berlokasi di daerah lain yakni Kerajaan Galuh Rahyang berlokasi di Brebes dengan ibukota Medang Pangramesan, Galuh Kalangon berlokasi di Roban beribukota Medang Pangramesan, Galuh Lalean berlokasi di Cilacap beribukota di Medang Kamulan, Galuh Pataruman berlokasi di Banjarsari beribukota Banjar Pataruman, Galuh Kalingga berlokasi di Bojong beribukota Karangkamulyan, Galuh Tanduran atau Pangauban berlokasi di Pananjung beribukota Bagolo, Galuh Kumara berlokasi di Tegal beribukota di Medang Kamulan, Galuh Pakuan beribukota di Kawali, Pajajaran berlokasi di Bogor beribukota Pakuan, Galuh Pataka berlokasi di Nanggala Cah beribukota Pataka, Kabupaten Galuh Nagara Tengah berlokasi di Cineam beribukota Bojonglopang kemudian Gunungtanjung, Kabupaten Galuh Imbanagara berlokasi di Barunay (Pabuaran) beribukota di Imbanagara dan Kabupaten Galuh berlokasi di Cibatu beribukota di Ciamis (sejak tahun 1812).
Kabupaten Galuh dipimpin oleh R.A.A. Kusumadiningrat menjadi Bupati Galuh pada tahun 1839-1886. Ia dikenal sebagai Kangjeng Perbu. Kemudian jabatannya diwariskan kepada putranya yakni R.A.A. Adipati Aria Kusumasubrata. Pada Tahun 1915, Kabupaten Galuh menjadi Keresidenan Priangan dan namanya diubah menjadi Kabupaten Ciamis.
Kabupaten Ciamis terletak di Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Ciamis berbatasan dengan Kabupaten Majalengka, Kuningan, Cilacap, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran dan Samudera Hindia. Kabupaten Ciamis didalamnya terdapat 30 kecamatan dengan pusat pemerintahan di Kecamatan Ciamis.
Kecamatan Banjar, yang dulunya bagian dari Kabupaten Ciamis, ditingkatkan statusnya menjadi kota administratif, dan sejak tanggal 11 Desember 2002 ditetapkan menjadi kota (otonom), yang terpisah dari Kabupaten Ciamis. selain itu bagian Selatan Kabupaten Ciamis mengalami pemekaran pada tanggal 25 Oktober 2012 menjadi Kabupaten Pangandaran yang memiliki 10 Kecamatan.
Sejarah Kabupaten Ciamis. Awal mula berdirinya Kabupaten Ciamis adalah adanya Kabupaten Galuh. Kerajaan Galuh berasal dari kata “sakaloh” yang memiliki arti “sungai asalnya”. Namun rakyat Banyumas menyebutnya “segaluh”. Diketahui dalam bahasa sansekerta kata “galiuh” menunjukkan batu permata dan berguna untuk menyebut putri raja.
Topografi, Tempat Wisata, dan Senjata Khas
Wilayah Kabupaten Ciamis pada umumnya berupa dataran tinggi dengan banyak pegunungan. Meski didominasi dataran tinggi, terdapat Teluk Pangandaran, Teluk Parigi, dan Teluk Pananjung, yang menjadi bukti adanya dataran rendah di wilayah ini. Topografi yang unik tersebut menjadikan Kabupaten Ciamis unik dan terdapat tempat wisata yakni Pantai Pangandaran untuk destinasi liburan.
Tempat wisata di sekitar Kabupaten Ciamis lainnya yakni Pantai Batu Hiu, Ngarai Hijau (Green Canyon), Pantai Madasari, Citumang, Situ Lengkong, Pantai Batu Karas, Pantai Karapyak, Karang Nini, Lembah Putri, Pantai Pangandaran, Situs Karangkamulyan.
Baca Juga: Tragedi Susur Sungai Tewaskan 11 Siswa MTs Di Ciamis, Guru Perempuan Jadi Tersangka
Senjata khas Kabupaten Ciamis adalah Kujang. Kujang merupakan senjata yang dibuat pada abad ke 8 atau 9 dengan bahan dasar besi, baja. Beratnya sekitar 300 gram. Gagangnya terbuat dari tanduk kerbau. Senjata ini merupakan alat penunjang pertanian, senjata, dan sebagainya.
Daftar Bupati yang Pernah Menjabat
- R. T. Aria Sastrawinata pada 1914 hingga 1935,
- R. T. Aria Sunarya pada 1935 hingga 1944,
- R. Mas Ardiwiangun pada 1944-1946,
- R. Vater Dendakusumah 1946-1948,
- Gumelar Wiranagara pada 1948-1950,
- Prawiranata pada 1950-1950,
- Redi Martadinata pada 1950-1952,
- Abdul Rifa’I 1952-1952,
- Mas Rais Sastradipura 1952-1954,
- Raden Yusuf Suriadipura 1954-1958,
- Raden Gahara Wijayasuriya 1958-1960,
- Raden Usia Kartaprawira pada 1960-1966,
- Kolonel Abubakar pada 1966-1973,
- Kolonel Hudli Bambang Aruman 1973-1978,
- Drs. H. Soejoed 1978-1983,
- Kolonel Inf. H. Taufik Hidayat pada 1983-1988,
- Kolonel Kav. H. Dedem Ruchlia 1993-1998,
- Drs.Maman Suparman Rachman 1998-1999,
- H. Oma Sasmita S.H. 1999-2004,
- Kolonel (Purn) H. Engkon Komara 2004-2014,
- Drs H. Iing Syam Arifin, M.M pada 6 April 2014- 6 April 2019,
- Dr. H. Herdiat Sunarya, M.M. pada 2019 hingga sekarang.
Demikian sejarah Kabupaten Ciamis mulai dari tempat wisata, topologi, senjata khas, hingga bupati yang pernah menjabat di Kabupaten Ciamis. Kabupaten Ciamis merupakan salah satu wilayah dengan peradaban yang tua di Indonesia. Oleh karena itu, banyak cerita sejarah yang dapat dipelajari dari kabupaten ini.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Cuaca Ekstrem di Ciamis, 114 Rumah Warga Rusak Tertimpa Pohon dan Tersapu Angin!
-
Hujan Deras Sebabkan Jalan Nasional di Ciamis Amblas
-
Tari Kolosal Jaipong Warnai Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Ciamis
-
Kampung Kuta, Salah Satu Penjaga Hutan Adat Terakhir di Jawa Barat
-
Kelewatan! Satpam Pemkab Ciamis Kecanduan Judol, Tega Rampok Sepeda Motor Ojol Disabilitas
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Mengenal 'Predator', Sapi Simental 1,1 Ton Milik Presiden Prabowo untuk Warga Sukabumi
-
Sering Dikeluhkan Warga di Medsos, Dinkes Bogor Ancam Beri Sanksi Puskesmas Cisarua
-
Sentil Penataan Keraton, KDM: Jangan Buru-Buru Pikir Wisata, Urus Lembur dan Kota Dulu
-
Bupati Sukabumi Bantah Masjid Al Afghani Mangkrak, Asep Japar: Terkendala Keterbatasan Anggaran
-
Misteri Masjid Al Afghani Sukabumi: Habiskan Rp3,6 Miliar APBD, Kini Mangkrak dan Dipenuhi Ilalang