SuaraJabar.id - Buruh yang menggelar aksi massa untuk mengawal penetapan UMK 2022 di sepan Gedung Sate, Kota Bandung menolak untuk melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.
Mereka bersikeras ingin melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Buruh menolak untuk melakukan audiensi karena menilai Uu Ruzhanul Ulum tak memiliki kewenangan dalam penetapan UMK 2022.
"Ada informasi tadi, Wagub mau menerima, kami tidak mau karena SK Wagub tidak ada dalam UMK, yang ada SK Gubernur. Kami minta Gubernur yang menemui buruh, kemarin Gubernur DKI, Anies Baswedan menemui ketika aksi, masa Gubernur Jabar ngga berani nemuin rakyatnya," ujar Ketua DPD KSPSI Jabar Roy Jinto pada Selasa (30/11/2021).
Selain itu, menurutnya para buruh tidak akan melakukan audiensi jika tidak diterima langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
"Kami sudah sepakat dengan para pimpinan tingkat Jabar bahwa hari ini kalau tidak Gubernur yang menerima sama seperti kemarin, kami tidak akan mau ada perwakilan masuk ke dalam," lanjutnya.
Selanjutnya, Roy menginstruksikan kepada aksi massa untuk tidak meninggalkan Gedung Sate hingga Surat Keputusan ditandatangani oleh Gubernur.
"Oleh karena itu saya instruksikan kepada seluruh peserta aksi hari ini, jangan membubarkan diri sampai SK itu ditandatangani sesuai dengan harapan kami," lanjutnya.
"Ini kondisi hari ini kawan-kawan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh kaum buruh se-Jabar, kita harus bersatu, kita bertahan hari ini. Apapun yang terjadi kita bertahan hari ini sampai Gubernur Jabar menemui kita," ujarnya.
Baca Juga: Wali Kota Benyamin Ungkap Bocoran UMK Tangsel 2022, Bakal Ada Kenaikan
Menurut pantauan di lapangan, massa bertahan untuk melakukan aksi meski diguyur hujan.
Beberapa bahkan sempat menyalakan flare hingga membuat kondisi sempat memanas.
Selain itu, beberapa massa sempat bentrok dengan petugas dan menggoyangkan pagar kawat untuk mencoba masuk ke Gedung Sate.
Berita Terkait
-
Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah
-
Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT
-
Setelah Purbaya, Said Iqbal Mau Geruduk Kantor BPJS Ketenagakerjaan
-
Demo 1.500 Buruh di Kemenkeu Batal Digelar usai Said Iqbal Lobi Purbaya
-
Said Iqbal Minta Purbaya Naikkan Ambang Batas Saldo JHT Kena Pajak Jadi Rp 400 Juta
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
57 Persen Galon Guna Ulang Melampaui Batas Pakai, DPR: Masyarakat Jangan Dibodohi Soal Bahaya BPA
-
ORI030 Resmi Ditawarkan, BRI Perluas Pilihan Investasi bagi Masyarakat
-
Siapa Pemilik Asli Rumah Mewah Parahyangan Golf? Petugas Keamanan Bongkar Fakta Mengejutkan
-
Program AURA BRI Peduli Tingkatkan Kapasitas dan Daya Saing Kelompok Wanita di Bogor
-
Cegah Kelumpuhan Permanen, Metode Intervensi Vaskular Jadi Titik Terang Pengobatan Stroke