SuaraJabar.id - Rumah dan bangunan lainnya di Kampung Nyalindung, Palabuhanratu, Kabupaten sukabumi mengalami kerusakan akibat bencana pergerakan tanah beberapa waktu lalu.
Namun, sebagian warga memilih untuk mencoba bertahan tinggal di rumahnya yang sudah retak-retak pada bagian dinding, pondasi dan lantainya.
Salah satu warga yang terdampak bencana pergerakan tanah yakni Siti Mayangsari mengatakan pergerakan tanah terjadi setelah Idul Fitri 1442 H lalu.
Awalnya ia mengira retakan tanah yang berada di halaman rumahnya merupakan hal yang biasa, ternyata semakin meluas dan merusak rumahnya.
"Pergerakan tanah semakin meluas dan merusak rumah saya, tetapi kami sekeluarga memilih untuk tetap bertahan atau tidak mengungsi walaupun harus diakui dirinya sudah cemas dan khawatir bisa saja rumahnya ambruk dan menimpanya," kata Siti yang tinggal di Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu dikutip dari Antara, Sabtu (11/12/2021).
Dari pantauan di lokasi, nampak dinding rumahnya retak, lantai keramik rumah sudah amburadul bahkan beberapa ruangan seperti kamar tidur sudah amblas dan dapurnya ambruk.
Siti menceritakan mulanya atau setelah Lebaran ia menemukan retakan tanah di halaman rumah dan selang beberapa hari muncul retakan kecil di lantai kamarnya, melihat adanya retakan itu ia dan keluarganya tidak terlalu mengindahkan.
Tetapi, hari demi hari retakan tersebut bertambah besar dan meluas, puncaknya saat musim hujan sekitar sebulan ke belakang atau pada November 2021 bencana ini semakin masif merusak berbagai penjuru bangunan rumah ibu muda ini.
Bahkan, ia pun kerap dikejutkan suara benda seperti kayu patah dari dalam rumahnya, kecemasan pun semakin memuncak saat hari sudah mulai malam apalagi dibarengi dengan turun hujan deras. Dirinya pun hanya bisa pasrah dan berdoa untuk keselamatannya dan keluarganya.
"Mau mengungsi ke mana, saya dan warga lain hanya bisa berharap agar pemerintah segera merelokasi kami ke mana saja. Kami pun mengerti memang tidak mudah untuk melakukan relokasi dan permukiman yang kami tempati ini berbahaya, tapi karena keterbatasan terpaksa harus bertahan di rumah," ujarnya.
Baca Juga: Dear Wisatawan, Ada 25 Titik Penyekatan di Sekitar Puncak Jelang Nataru
Sementara, mengetahui semakin masif pergerakan tanah di Kampung Nyalindung, Bupati Sukabumi Marwan Hamami langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan berbagai upaya antisipasi sambil menunggu hasil kajian dari ahli.
"Pergerakan tanah di Kampung Nyalindung, kita sudah berupaya antisipasi, kami masih menunggu hasil penelitian dari Badan Geologi untuk menentukan jenis retakan ini. Tapi saya sudah menginstruksikan dinas terkait untuk memberikan berbagai bantuan bagi warga terdampak dan melakukan upaya meminimalisasi dampaknya," katanya
Berita Terkait
-
Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri
-
Relokasi Akibat Krisis Iklim: Mengapa Memindahkan Warga Tidak Sesederhana Memindahkan Rumah?
-
Perbedaan Takbir Idul Adha dan Idul Fitri: Durasi, Waktu, dan Hukumnya
-
Fakta Sidang Isbat: Kenapa Idul Adha Bisa Kompak tapi Idul Fitri Beda Hari?
-
Rindu yang Terbayar: Perjuangan Mudik Guru Sekolah Rakyat Kepulauan Anambas
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Farhan Tegaskan Penghuni Kos Bandung Tak Boleh Tertutup: Bukan KTP Sini Pun Wajib Terdata RW
-
Tertibkan 63 Bangunan Liar di Dipatiukur, Walikota Bandung: Sesuai Perda, Tak Ada Ganti Rugi
-
Buntut Kasus Penganiayaan di Bandung, Dedi Mulyadi: Seluruh Kontrakan Wajib Terdaftar Online
-
Bukan Hanya Disiksa, Korban YTR Diduga Dipaksa Bertato 'Yuvita Love Taufik' dan Wajah Pelaku
-
Penganiaya Wanita di Bandung Diciduk Polisi, Kapolda Jabar: Pelaku Negatif Narkoba