SuaraJabar.id - Taman Nasional Ujung Kulon merupakan destinasi wisata yang terletak di paling barat pulau Jawa, Indonesia.
Taman Nasional Ujung Kulon merupakan tempat wisata yang dekat dengan Pulau Peucang, Pulau Handeuleum, dan Pulau Panaitan.
Taman Nasional Ujung Kulon menjadi taman nasional paling tua di Indonesia.
Taman ini menjadi warisan dunia. Penetapan Taman Nasional Ujung Kulon menjadi warisan dunia adalah oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 1991. Wilayah ini dihuni sekitar 50 hingga 60 badak.
Awalnya, Taman Nasional Ujung Kulon merupakan daerah pertanian hingga Gunung Krakatau meletus pada tahun 1887 dan membumihanguskan seluruh penduduknya.
Akhirnya kawasan ini kembali menjadi hutan. Kemudian pada tahun 1921, muncul rekomendasi dari Perhimpunan The Netherlands Indies Society for the Protectin of Nature, Semenanjung Ujung Kulon, dan Pulau Panaitan yang ditetapkan sebagai Kawasan Suaka Alam melalui SK Pemerintah Hindia Belanda.
Selanjutnya pada tahun 1937, Kawasan Suaka Alam tersebut diubah menjadi Kawasan Suaka Margasatwa dengan memasukkan Pulau Peucang dan Pulau Panaitan.
Kemudian pada tahun 1958, Menteri Pertanian menetapkan Kawasan Ujung Kulon berubah status kembali menjadi Kawasan Suaka Alam.
Berikutnya pada tahun 1967, Menteri Pertanian pada tanggal 16 Maret, menetapkan Kawasan Gunung Honje hingga Semenanjung Ujung Kulon ditetapkan sebagai Cagar Alam Ujung Kulon.
Baca Juga: 7 Destinasi Wisata Banten, Cocok Dikunjungi Akhir Pekan
Kemudian pada tahun 1979, Kawasan Gunung Honje dimasukkan ke wilayah Cagar Alam Ujung Kulon.
Pada tahun 1992, Ujung Kulon ditetapkan sebagai Taman Nasional Ujung Kulon. Kemudian pada 1980, dilaksanakan penetapan Tata Batas di Cagar Alam Gunung Honje.
Pada 1995, dilaksanakan rekonstruksi Batas Taman Nasional Ujung Kulon.
Selanjutnya pada tahun 1999, Badan Planologi Kehutanan memasang rambu suar.
Taman Nasional Ujung Kulon menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik dan tiketnya dapat diperoleh dengan harga terjangkau.
Tiket masuk ke Taman Nasional Ujung Kulon dapat diperoleh di Kantor Balai Taman Nasional di Labuan atau pos Tamanjaya.
Fasilitas yang diberikan berupa penginapan dan keamanan. Pengelolaan Taman Nasional Ujung Kulon ditingkatkan oleh UNESCO dalam bentuk dukungan berupa pendanaan dan teknis.
Tag
Berita Terkait
-
10 Tempat Wisata di Indonesia yang Terkenal: Bunaken Hingga Ujung Kulon
-
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon, Tak Ditemukan Bekas Luka
-
7 Destinasi Wisata Banten, Cocok Dikunjungi Akhir Pekan
-
Dermaga Cidaun Ambruk, Tiga Wisatawan Ujung Kulon Jatuh ke Laut
-
Alhamdulillah, Populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon Bertambah
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Tega Lakukan Kekerasan Seksual, Anak Tiri di Cirebon Laporkan Ayah Sambung ke Polisi
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
Tanpa Bojan Hodak dan Dua Pilar Asing, Bos Umuh Tuntut Persib Tetap Bermental Juara
-
Terungkap! Pembunuhan Pelajar di Bantaran Citarum: Pisau Dapur Sudah Disiapkan Pelaku