SuaraJabar.id - Sejumlah perangkat desa di wilayah Kecamatan Cipaku, kabupaten Ciamis, Jawa Barat mengaku terpaksa berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka seperti makan.
Hal itu terpaksa mereka lakukan lantaran dana penghasilan tetap atau Siltap perangkat desa di wilayah mereka belum juga cair hingga saat ini.
Salah satu perangkat desa di wilayah Cipaku bernama Juded mengatakan, dirinya harus gali lubang tutup lubang alias utang sana-sini karena siltap untuk kepala desa dan perangkatnya belum juga cair.
“Lambat datangnya uang Siltap, maka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mau tidak mau saya harus ngutang,” ujarnya, Senin (24/1/2022).
Lebih lanjut ia mengatakan, keterlambatan turunnya uang siltap pastinya sangat berdampak bagi perangkat desa. Pasalnya, tidak sedikit perangkat desa yang hanya mengandalkan sehari-hari dari Siltap.
“Sehingga menjadi terbiasa ngutang atau gali lubang tutup lubang,” tukasnya.
Meski demikian, ia berharap agar Pemerintah Kabupaten Ciamis dapat secepatnya mencairkan Siltap yang belum juga cair tersebut.
“Agar galian lubang tidak semakin dalam,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, HR Online--jejaring Suara.com, belum berhasil mengkonfirmasi pihak-pihak terkait yang menangani Siltap.
Berita Terkait
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!
-
Ini Dia Autothermix, Alat Pemusnah Sampah Tanpa Bahan Bakar Fosil
-
Unik! ASN Tasikmalaya Naik Kuda ke Kantor untuk Hemat BBM
-
Apa itu Panda Bond? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Modus Licin Pengedar Cimahi, Sembunyikan Sabu di Tumpukan Beras Hingga Transaksi di Pos Satpam
-
Resmi Tersangka! Polri Cek Status WNI Naturalisasi Syekh Ahmad Al Misry ke Otoritas Mesir
-
Jalur Sukabumi Utara Padat Sabtu Siang: Imbas Akhir Pekan dan Bubaran Pabrik
-
Cuma Beda 20 Meter! Tetangga Tega Habisi Nyawa Perempuan di KBB Gara-gara Dendam Ternak Domba
-
Buntut Longsor Bocimi KM 72, BPJT Instruksikan Evaluasi Total Seluruh Aset Tol