SuaraJabar.id - Sejumlah perangkat desa di wilayah Kecamatan Cipaku, kabupaten Ciamis, Jawa Barat mengaku terpaksa berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka seperti makan.
Hal itu terpaksa mereka lakukan lantaran dana penghasilan tetap atau Siltap perangkat desa di wilayah mereka belum juga cair hingga saat ini.
Salah satu perangkat desa di wilayah Cipaku bernama Juded mengatakan, dirinya harus gali lubang tutup lubang alias utang sana-sini karena siltap untuk kepala desa dan perangkatnya belum juga cair.
“Lambat datangnya uang Siltap, maka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mau tidak mau saya harus ngutang,” ujarnya, Senin (24/1/2022).
Lebih lanjut ia mengatakan, keterlambatan turunnya uang siltap pastinya sangat berdampak bagi perangkat desa. Pasalnya, tidak sedikit perangkat desa yang hanya mengandalkan sehari-hari dari Siltap.
“Sehingga menjadi terbiasa ngutang atau gali lubang tutup lubang,” tukasnya.
Meski demikian, ia berharap agar Pemerintah Kabupaten Ciamis dapat secepatnya mencairkan Siltap yang belum juga cair tersebut.
“Agar galian lubang tidak semakin dalam,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, HR Online--jejaring Suara.com, belum berhasil mengkonfirmasi pihak-pihak terkait yang menangani Siltap.
Berita Terkait
-
Seperti KPR, Pemerintah Butuh 30 Tahun Lunasi Utang BLBI Rp218,3 Triliun
-
PTPP Digugat PKPU, Utang Rp4,2 Miliar Mengemuka di Tengah Rencana Merger
-
Prabowo Singgung PAN Bokek di HUT ke-28: Acara Megah, Utang Belum Lunas
-
Pemerintah Resmi Lunasi Utang BLBI Rp 640 Triliun usai Hampir 3 Dekade Berlalu
-
Gagal Bayar Bunga Obligasi, Fitch Turunkan Peringkat Utang Pos Indonesia Jadi C
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan
-
Kasus Asusila Anak di Tasikmalaya, Polisi Libatkan KPAID untuk Pulihkan Trauma Korban
-
Dugaan Fasilitas Khusus Ferdy Sambo di Lapas Cibinong, Ini Jawaban Ditjenpas
-
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Game Digital di PC dengan Bantuan GoPay Games
-
YGMD Laporkan Kemendikdasmen ke APH Terkait Dugaan KKN Proyek Digitalisasi Sekolah