SuaraJabar.id - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat memandang proyek-proyek strategis nasional (PSN) yang dicanangkan di Jabar bisa jadi bakal biang kerusakan lingkungan dan konflik sosial baru.
Ancaman alih fungsi lahan produktif pertanian, berkurangnya kawasan hutan, matinya sumber mata air atau hilangnya wilayah tangkapan air, hingga pencemaran akibat perluasan industri menjadi daftar sisi borok proyek pembangunan yang dapat terjadi di kemudian hari.
Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Jabar, Wahyudin mencatat beberapa PSN yang dimaksud di antaranya 12 proyek jalan tol, 2 pelabuhan, 5 jalur kereta, 6 bendungan dan 1 tanggul pantai.
Beragam proyek itu disebut akan menyedot kebutuhan bahan baku yang akan mengarah pada maraknya aktivitas pertambangan. PSN dinilai bakal mendominasi eksploitasi dan ekstraksi sumber daya alam di Jabar.
"Upaya pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi sangat luar biasa, tapi itu tidak seiring atau sebanding dengan upaya pelestarian dan pemulihan lingkungan, padahal itu penting dilakukan pemerintah," kata Wahyudin kepada Suara.com, Kamis (27/1/2022).
Pembangunan infrastruktur yang masif bisa berkonsekuensi mempercepat laju kerusakan lingkungan hidup.
Dalam sebuah proyek pembangunan, menurut Wahyudin, aspek lingkungan hidup kerap hanya dijadikan syarat formalitas saja.
Masalah besar lainnya adalah potensi konflik sosial baru akibat perebutan ruang-ruang hidup masyarakat. Padahal hingga kini masih banyak konflik sosial yang belum terselesaikan.
"Misalnya, permasalahan KCIC di Bandung Barat, pertambangan di Bogor, di Sukabumi. Terus, Cirebon-Indramayu masalah PLTU dan misalnya di Pelabuhan Patimban, PLTGU Karawang, dan lainnya," katanya.
Baca Juga: Intip Pengerjaan Proyek Tunnel 1 Halim Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Wahyudin juga mempertanyakan, apakah PSN benar-benar untuk kepentingan rakyat secara luas atau hanya yang menguntungkan golongan-golongan tertentu. Ia menegaskan, kebijakan maupun pembangunan itu harus mengedepankan kepentingan rakyat dan lingkungan.
"Jangan hanya golongan tertentu atau oligarki nasional maupun lokal," katanya.
Sengkarut lain, soal peran dan fungsi pemerintah provinsi. Menurut Wahyudin, aspek otonomi daerah itu seolah tak berfungsi.
Dalam konteks PSN, pemerintah daerah seperti tak mampu mengontrol wilayahnya dan hanya jadi perpanjangan tangan pemerintah pusat semata. Wahyudin menyebut, semua berjalan secara instruksional, tak ada daya tawar lain.
"Apalagi sekarang beberapa kebijakan dipindahkan ke nasional, itu keliru karena akses yang dekat untuk mengontrol itu daerah bukan pemerintah pusat. Itu sangat keliru. Artinya, peran pemerintah provinsi atau daerah tidak cukup signifikan. Tidak semua program harus di-iya-kan," katanya.
Kontributor : M Dikdik RA
Tag
Berita Terkait
-
Hilirasi Batu Bara jadi Metanol Dimulai, Grup Bakrie Pegang Proyeknya
-
Krisis Iklim Sebabkan Warga Indonesia Kehilangan 84 Jam Tidur per Tahun: Apa Dampaknya?
-
Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut
-
Gunungan Sampah Penuhi RTH Penjaringan
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas
-
Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Dua Dekade Bangun Usaha Gula Merah, Rosidah Sukses Kembangkan UMKM Sumenep Berkat KUR BRI
-
Balsa Sekulic Terpukau Atmosfer Bobotoh, Siap Kejar Gol Perdana Bersama Persib