SuaraJabar.id - Pemandangan miris mewarnai hari pertama sekolah di SMAN 1 Bandung. Sejumlah siswa baru terpaksa belajar tanpa meja akibat kebijakan penambahan rombongan belajar (rombel).
Merespons cepat, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berjanji akan membeli meja dan kursi yang kurang menggunakan dana dari kocek pribadinya, tanpa menunggu anggaran pemerintah.
"Kursi tidak perlu menunggu APBD, saya akan bantu langsung. Kursi mah dibeliin sama saya aja," kata Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan, Bandung, Senin.
Solusi Cepat, Uang Pribadi dan Donasi untuk Kursi dan AC
Kekurangan fasilitas ini merupakan imbas dari program penambahan rombel menjadi hingga 50 siswa per kelas. Dedi, yang akrab disapa KDM, memastikan masalah ini akan segera tuntas. Untuk SMAN 1 Bandung saja, ia menyebut ada kekurangan sekitar 88 set meja dan kursi yang akan dipenuhi hari itu juga.
Janji ini tak hanya berlaku untuk satu sekolah. "Sekolah-sekolah lain pun, kalau ada kekurangan tinggal lapor ke Sekda, Gubernur, atau Dinas Pendidikan. Kita tidak perlu tunggu APBD," tegasnya.
Selain kursi, KDM juga memastikan sekolah-sekolah dengan rombel besar akan mendapat bantuan pendingin ruangan (AC). Sebagian dana berasal dari donatur, Joshua Sirait, yang menyumbang Rp1 miliar.
"Hari ini kita juga support AC, target minggu ini seluruh ruangan selesai. Kalau kerja dengan saya tidak terbatas dengan APBD," ucap Dedi.
Potret Pilu dari Ruang Kelas
Baca Juga: Savana Punk Tampil Memukau dalam The Papandayan Jazz Fest 2025
Sebelum janji gubernur datang, kondisi di SMAN 1 Bandung cukup memprihatinkan. Di setiap kelas X, beberapa siswa baru duduk di barisan belakang hanya dengan kursi seadanya—kursi aula yang berbeda jenis—tanpa dilengkapi meja.
Kepala SMAN 1 Bandung, Tuti Kurniawati, membenarkan kekurangan tersebut. Pihaknya bahkan mengimbau siswa yang tak kebagian meja untuk membawa papan ujian agar bisa menulis.
"Untuk kekurangan kursi dan meja, kami masih memberdayakan potensi yang ada di sekolah, sambil menunggu alokasi dari APBD perubahan," kata Tuti, menjelaskan bahwa pihaknya telah melaporkan hal ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Sikap sekolah yang menunggu APBD ini kontras dengan solusi cepat yang ditawarkan Dedi Mulyadi, yang menegaskan bahwa kebutuhan mendesak siswa harus menjadi prioritas utama. [Antara].
Berita Terkait
-
Savana Punk Tampil Memukau dalam The Papandayan Jazz Fest 2025
-
Piala Presiden 2025: Polda Jabar Terjunkan 2.632 Personel, Libatkan Jibom Amankan Si Jalak Harupat
-
Welas Asih Nama Baru RSUD Al-Ihsan, Dedi Mulyadi Beberkan Maksud di Baliknya
-
Dedi Mulyadi Jamin Utang BPJS Kesehatan Jabar Rp335 Miliar Beres di APBD Perubahan 2025
-
Dedi Mulyadi Gandeng Marinir TNI AL Jaga Sungai Jabar: Solusi Jangka Panjang Atasi Banjir?
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Korupsi Makan Bergizi Gratis Memanas! Kejagung Isyaratkan Jumlah Tersangka Bakal Bertambah
-
Jeritan Emak-emak di DPRD Jabar: Kami Perjuangkan Hak Anak Miskin Masuk Sekolah Negeri
-
BRI: Kredit Perbankan Nasional Tumbuh 9,98%, Industri Tetap Solid
-
Tim K9 Mabes Polri Diterjunkan Kepung Hutan Jasinga Bogor
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Promo KPR, KKB, dan Travel Fair dalam Satu Event