Ari Syahril Ramadhan
Rabu, 02 Februari 2022 | 13:48 WIB
ILUSTRASI - Suasana di Stasiun Kota Bandung, Kereta API Indonesia, Daerah Operasi 2 Bandung, (25/4/2021). [Suara.com/M Dikdik RA]

SuaraJabar.id - Kasus COVID-19 di Kota Bandung melonjak tajam dalam dua pekan terakhir. Kenaikannya bahkan mencapai 10 kali lipat dari pekan-pekan sebelumnya.

Dipantau dari Pusat Informasi Covid-19 Kota Bandung, terdapat kenaikan 160 kasus COVID-19 selama dua hari ke belakang.

"Di dua minggu awal kasus harian sekitar 70-an, di dua minggu terakhir ini 700 lebih. Berarti peningkatan sudah 10 kali lipat," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung Rosye Arosdiani, Rabu (2/2/2022).

Meski begitu, menurutnya mayoritas pasien yang terkonfirmasi positif merupakan orang tanpa gejala (OTG). Rosye mengatakan, kasus Covid-19 pada Selasa kemarin sebanyak 176 dan 50 persen terdeteksi dari pemeriksaan terhadap pelaku perjalanan.

"Salah satunya, khusus di Bandung terjadi peningkatan itu ternyata terbanyak dari skrining perjalanan artinya yang akan bepergian ke mana di-screening PCR atau rapid," jelasnya.

Rosye menjelaskan, data tersebut didapat dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh seluruh laboratorium yang memeriksa dan terinput secara nasional.

"Jadi meski dilakukan tes di luar daerah saat akan melakukan perjalanan, karena mereka berdomisili dari Bandung datanya akan langsung masuk dan terkoneksi sehingga langsung update," jelasnya.

Ia menambahkan, enam orang pasien Omicron Kota Bandung yang sempat menjalani isolasi mandiri telah sembuh dan kembali ke rumah masing-masing.

Pihaknya melakukan penelusuran terhadap 80 sampai 90 orang yang melakukan kontak erat dan beberapa di antaranya positif Covid-19.

Baca Juga: Indonesia Dilanda Gelombang Tiga Covid-19, Pemerintah Resmi Pangkas Masa Karantina Buat PPLN Jadi Lima Hari

"Hasil WGS belum keluar dilakukan laboratorium kesehatan provinsi Jawa Barat membutuhkan waktu lama satu minggu," katanya.

Sementara itu, Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bandung, Asep Gufron mengatakan, hingga hari ini pihaknya masih terus melakukan pemantauan dan tes kepada masyarakat yang terindikasi terpapar Covid-19.

"Alhamdulillah sampai hari ini belum ada temuan lagi, karena kita juga terus berkoordinasi dengan Dinkes untuk terus dilakukan pelacakan terutama pemeriksaan. Karena itu harus beberapa tahap PCR 1 - PCR 2 baru bisa ditemukan apakah itu Omicron atau bukan," ujarnya.

Sedangkan, untuk Bed Occupancy Rate (BOR) Kota Bandung saat ini ada di angka 8,46 persen.

"Di Rumah Sakit itu ada 57 tempat tidur yang terisi. sementara, kapasitas RS ada 701 tempat tidur," ujarnya.

Pusat data dan informasi covid Bandung melaporkan total konfirmasi mencapai 44.429 orang. Terdiri dari 682 orang kasus aktif, 42.321 kasus sembuh dan 1.426 kasus meninggal dunia.

Load More